AL-QUR'ANCERAMAHIBADAHMUTIARA QOLBURAMADHAN

Taklim Subuh Ramadhan Bersama Ustaz Aidil: Memperbanyak Doa Kepada Allah

Pada Ramadhan, hari ke-26 atau Sabtu (6/4/2024), setelah iktikaf dan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan taklim subuh bersama Pimpinan Ponpes Al-Wahdah Bombana, Ustaz Aidil Musakar.

Taklim Subuh ini termasuk penting sebagai sarana untuk berbagi ilmu tentang Islam. Sebab, selama bulan suci Ramadhan, taklim-taklim yang biasa dilakukan bada Maghrib dihentikan sementara.

Kantuk dan Capek

Namanya orang begadang pastilah di pagi harinya akan merasa mengantuk, lelah, dan capek. Waktu istirahat yang semestinya digunakan untuk tidur, tetapi tubuh ditekan untuk beraktivitas. Eit, bukan sembarang aktivitas, karena ini adalah aktivitas ibadah. Mencontoh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, menghidupkan sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadhan dengan iktikaf.

Ustaz Aidil memberikan gambaran tentang kantuk dan capek yang dihadapi para ikhwah setelah iktikaf. Bentuk iktikaf di Masjid An-Nur, kompleks Ponpes Al-Wahdah Bombana putri, selain membaca Al-Qur’an, juga ada yang spesial. Bentuknya salat malam yang dimulai dari sekitar pukul 02.30 WITA sampai sekitar pukul 4 kurang.

Meskipun salat yang cukup lama, berdirinya berbeda waktunya dengan salat berjamaah lima waktu biasa, membuahkan kantuk dan capek di pagi hari, tetapi oleh Ustaz Aidil hal itu dianggap tidak ada apa-apanya.

“Belum seberapa dengan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,” kata alumnus Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar ini.

Ada sebuah kisah tentang Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu salat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Manusia utusan Allah itu salat membaca Surah Al-Baqarah.

Dalam pikiran Ibnu Mas’ud, akan berakhir di ayat ke-100, setelah itu rukuk. Namun, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetap meneruskan.

Menurut firasat Ibnu Mas’ud lagi, akan berhenti di ayat ke-200, ternyata salah lagi. Nabi tetap lanjut salat hingga selesai Surah Al-Baqarah, lanjut Surah An-Nisa, sampai Ali Imran, baru rukuk. Bayangkan, betapa lamanya salat yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut!

Melihat salat Nabi, dibandingkan dengan salat malam di Masjid An-Nur, masih belum sebanding. Dalam salat malam iktikaf di masjid dekat jembatan menuju kantor Kemenag Bombana ini, masih ada yang tidak terlalu tahan. Badannya goyang-goyang seperti pohon yang digoyang-goyangkan.

Pengakuan Istri

Istri tercinta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Aisyah radhiyallahu anha, memberikan pengakuan bahwa kaki suaminya bengkak-bengkak karena lama sekali salat. Beliau, nabi utusan Allah tersebut, memang sangat bersungguh-sungguh dalam ibadahnya.

“Sementara kita yang banyak dosanya, belum ada jaminan surga, kenapa masih bermalas-malasan?” ujar Ustaz Aidil. “Semangat kita masih setengah-setengah untuk menghidupkan sholat malam kita.”

Ibadah di Bulan Suci Ramadhan

Surah yang dibahas dalam taklim subuh ini adalah tentang Surah Al-Baqarah ayat 186.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Lanjut Ustaz Aidil, “Kata ulama, ibadah yang perlu kita memperbanyak di dalamnya, khususnya di bulan Ramadhan ini adalah memperbanyak doa-doa kita kepada Allah.”

Asbabun nuzul ayat tersebut adalah tentang seorang Arab badui yang datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, “Apakah tuhan kita jauh sehingga harus berdoa dengan suara keras?”

Waktu itu Nabi diam, lalu turun ayat di atas yang menjelaskan jawaban si Arab badui. Perlu diketahui, Allah itu sangat dekat, melebihi dekatnya urat leher hamba Allah.

“Jadi, ketika berdoa, Allah akan menjawab doa-doa dari orang yang berdoa. Makanya, kata ulama, suaranya lirih saja.”

Ustaz Aidil memberikan nasihat sekaligus saran kepada para ikhwah yang masih menyimak, “Perhatikan juga ketika imam berdoa dalam qunut witir, jangan sampai ketika baca puji-pujian, diaminkan. Begitu pula, doanya belum selesai, sudah diaminkan. Ada pula yang belum berdoa, sudah diaminkan.” Ustaz Aidil tertawa ringan.

Menurut Ustaz Aidil lagi, “Allah akan mengabulkan doa orang yang meminta. Harusnya orang yang berdoa itu khusyuk dan tahu isi doanya. Syarat berdoa, berusaha menaati Allah dan iman kepada Allah, satu-satunya Dzat yang bisa mengabulkan doa.”

Kondisi orang yang doanya dikabulkan Allah adalah doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka. Lalu, bagaimana dengan terkabulnya doa? Ustaz Aidil menjelaskan,

“Ketika doa belum diijabah, sebenarnya itu sudah. Ada tiga bentuk pengabulan doa, yaitu: disimpan di akhirat, dikabulkan dalam bentuk lain, diijabah dengan terhindarnya kita dari segala marabahaya.”

Selalu berprasangka baik kepada Allah, begitu anjuran Ustaz Aidil. Selanjutnya, yang dicuplik adalah tentang salat isyraq.

“Pahala salat isyraq seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna. Namun, syaratnya tidak boleh tidur setelah sholat Subuh berjamaah.”

Sumber ayat Al-Qur’an: https://tafsirweb.com/693-surat-al-baqarah-ayat-186.html

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan, terima kasih. Untuk yang menggunakan HP, jika ingin memberikan reaksi terhadap tulisan di atas, bisa klik tanda tiga garis mendatar di bawah!
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *