AKHLAKCERAMAHMUTIARA QOLBURAMADHAN

Taklim Subuh Bersama Ustaz Aidil: Malam Lailatul Qadar

Subuh kali ini sudah masuk pada hari ke-27 Ramadhan 1445 Hijriyah. Berarti, tadi malam adalah malam ke-27. Apakah tadi malam itu adalah malam Lailatul Qadar?

Kembali bersama Ustaz Aidil, Pimpinan Ponpes Al-Wahdah Bombana, bertempat di Masjid An-Nur. Tentang malam Lailatul Qadar, disebutkan tentang hadits dari sahabat Ubay bin Ka’ab radhiyallahu anhu.  Beliau pernah bersumpah dan berkata,

وَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

“Demi Allah aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk menghidupkannya, yaitu: malam kedua puluh tujuh.” (HR. Muslim).

Masih tentang malam ke-27, Ustaz Aidil mengatakan, “Malam ke-27, Masjidil Haram membludak. Namun, bukan berarti kalau sudah lewat malam ke-27, terus ibadah kita berakhir. Kita tidak tahu siapa yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, karena ada ulama juga yang berpendapat pada malam ke-29.”

Merasa Bergembira

taklim-subuh-3

Ustaz Aidil menyoroti perilaku orang-orang sekarang ini. Kata beliau, “Orang-orang bergembira karena melewati malam ke-27. Mereka merasa sudah tidak terlalu capek ibadah, bersiap-siap untuk merayakan Idul Fitri, bahkan melakukan maksiat lagi.”

Kondisi berbeda ada pada orang-orang yang beriman. Lanjut Ustaz Aidil, “Sementara pada orang-orang yang beriman tetap melakukan ibadah karena tidak tahu dia diampuni atau tidak. Meskipun bulan Ramadhan dibuka ampunan Allah di siang dan malam hari, mereka tetap tidak tahu.”

Begitu juga dengan amal ibadah. “Tidak tahu yang mana diterima oleh Allah? Seorang sahabat pernah mengatakan, saya lupa namanya, jika dia tahu ada satu amalan yang diterima Allah, maka dia akan terus mengerjakan amalan tersebut.”

Penyesalan memang terjadi pada orang-orang yang sudah meninggal dunia. “Orang-orang beriman tetap menyesal karena tidak bisa lagi menambah amalan-amalan sholehnya. Jika semakin banyak amalan sholeh, maka peluang masuk surga akan semakin besar.”

Salah satu nasihat dari Ustaz Aidil adalah memanfaatkan waktu hidup sebelum datangnya kematian. Selain itu, beliau juga berpesan kepada para ikhwah yang hadir, “Semoga tetap istiqomah di tengah banyaknya godaan dan fitnah, apalagi di akhir Ramadhan. Kita jangan cemburu dengan orang lain yang merasa sudah bebas dari Ramadhan. Mereka bisa melakukan apa saja, padahal itu adalah urusan duniawi yang sifatnya sementara, sementara kita di masjid, beribadah kepada Allah.”

taklim-subuh-4

Tentang kondisi para ikhwah yang ikut iktikaf dengan salat malam yang dimulai kurang lebih pukul setengah tiga dini hari, dikatakan Ustaz Aidil, “Rasa kantuk dan capek, bahkan terasa mau jatuh, bahkan ketika dengar ceramah, seperti mau tepar, inilah mujahadah kita dalam meraih keutamaan bulan suci Ramadhan.”

Sumber hadits: https://muslim.or.id/40287-benarkah-malam-ke-27-adalah-malam-lailatul-qadar.html

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan, terima kasih. Untuk yang menggunakan HP, jika ingin memberikan reaksi terhadap tulisan di atas, bisa klik tanda tiga garis mendatar di bawah!
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *