EVENTINFO WAHDAHSD IT Al-Wahdah BombanaSEKOLAH

Pertemuan Orang Tua Siswa dan Pembagian Rapor Tahun Ajaran 2023/2024

Beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah, Yayasan An-Nur Wahdah Islamiyah Bombana menyelenggarakan Pertemuan Orang Tua Siswa (POS) sekaligus pembagian rapor kepada para murid TK hingga SD. Acara ini berlangsung pada hari ini, Sabtu (15/06/2024) mulai sekitar pukul 08.30 WITA, bertempat di Masjid An-Nur, kompleks Pesantren Al-Wahdah Bombana putri.

Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Wahdah Bombana, Hasmin, menyampaikan tantangan pendidikan zaman sekarang, kaitannya dengan teknologi. Rangkaian acara selanjutnya adalah pembacaan puisi dari Ananda Sultan. Judulnya “Selamat Pagi Indonesia” karya Sapardi Djoko Damono.

Penghargaan Atas Prestasi dan Tausiyah

Dalam momen POS ini, diberikan pula penghargaan atas prestasi yang diraih para siswa. Ada yang diberikan penghargaan karena memenangkan lomba, ada juga yang mendapatkan hadiah karena menjadi siswa teladan. Ketika anak-anak siswa tampil di depan, mereka berfoto didampingi oleh orang tua masing-masing.

Berbagai macam atraksi ditampilkan anak-anak. Mulai dari panahan sampai nasyid. Papan untuk panahan memang disediakan di depan. Ketika ada anak panah yang melesat menembus target, hadirin bersorak.

Selanjutnya, menjelang berakhirnya acara sekaligus inti dari kegiatan ini adalah tausyiah dari Ustaz Akbar Jabba, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bombana. “Kita berkumpul di sini untuk melihat hasil anak-anak kita dalam satu semester yang lalu. Kita mendampingi anak-anak kita sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan kepada anak-anak kita.”

Mengenai pendidikan di sekolah Al-Wahdah Bombana, Ustaz Akbar mengatakan, “Sekolah ini mengedepankan ilmu umum dan agama, oleh karena itu butuh dukungan orang tua, agar anak-anak kita terus semangat belajar.”

Tidak hanya kewajiban anak kepada orang tua, tetapi juga orang tua kepada anak. “Kita tidak hanya menuntut anak kita untuk berbakti kepada orang tua, tetapi orang tua juga harus memenuhi tanggung jawab kepada anak-anaknya. Kita juga harus memperhatikan tingkah laku mereka di rumah.”

Tantangan di masa sekarang juga disinggung oleh ustaz yang punya usaha travel umrah ini, “Anak-anak sekarang terlalu lengket dengan HP. Tidak hanya dipinjamkan, tetapi sudah diberikan HP sendiri. Bahkan HP-nya lebih bagus daripada HP kami yang pembina ini. ”

HP, kata Ustaz Akbar, bolehlah dipinjamkan sekali-kali. “Namun, tetap harus sering dikontrol.”

Main HP yang dilakukan anak-anak memang sebagian besar main game. Hal itu bisa dipicu karena orang tuanya juga main game. Ustaz Akbar meminta kepada hadirin atau orang tua yang hadir, “Lembaga kita di sini berharap ada masukan-masukan dari orang tua, sebab kami ini guru manusia biasa. Jangan malu untuk memberikan masukan kepada kami. Tentu dengan cara yang bijak, jika sensitif, cukup dijapri kepada kepala sekolah. Kami sangat senang jika orang tua bisa memberi masukan yang membangun.”

Dalam momen terakhir tausyiah, Ustaz Akbar menyampaikan, “Kita berharap anak-anak kita menjaga hak-hak Allah, terutama sholat lima waktu. Kita harus memberikan contoh agar anak-anak kita bisa sholat lima waktu. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika masih ada yang kurang dalam sekolah kita. Kesalahan atau yang luput pastilah ada. Kritikan itu sebenarnya dibutuhkan oleh sekolah kita.”

Acara ini ditutup oleh MC menjelang pukul 10.00 WITA. Selanjutnya para orang tua menuju kelas masing-masing untuk mengambil rapor anak. Ada pula kelas yang sudah memberikan rapor terlebih dahulu, langsung kepada sang anak.

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan, terima kasih. Untuk yang menggunakan HP, jika ingin memberikan reaksi terhadap tulisan di atas, bisa klik tanda tiga garis mendatar di bawah!
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *