AKHLAKCERAMAHIBADAHRAMADHAN

Rangkuman Ceramah Tarawih Ustaz Darmawan: Sulitnya untuk Ikhlas

Cerawah Tarawih kali ini adalah pada malam kelima bulan Ramadhan 1445 Hijriyah. Masih bertempat di Masjid An-Nur, kompleks pesantren Al-Wahdah Bombana putri. Dibawakan oleh Ustaz Darmawan, S.Kom.

Ikhlas memang mudah untuk diucapkan, tetapi ternyata cukup sulit untuk dilakukan. Imam Ibnu Qudamah, rahimahullah, mengatakan bahwa ikhlas itu sulit, karena ada tiga penyebabnya:

Penyebab Sulit Ikhlas

Penyebab 1: Orang Suka dengan Pujian

Ada sebuah analogi seperti ini. Bila orang diberikan uang palsu, saat mengetahui bahwa uang itu palsu, tentunya orang tersebut tidak akan mau. Bahkan, mungkin dia akan marah. Kesal dan jengkel juga.

Namun, begini keadaan sebaliknya. Ada seorang nenek yang dipuji makin hari, makin cantik, tentu dia akan senang. Padahal itu adalah pujian palsu, tetapi tetap disenangi juga.

Penyebab 2: Manusia Tamak Terhadap Dunia

Ada sebuah hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang menyatakan bahwa manusia memang tamak terhadap dunia ini.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)

Dalam lafazh lain disebutkan,

عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِمَكَّةَ فِى خُطْبَتِهِ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Dari Ibnu ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Ibnu Az Zubair berkata di Makkah di atas mimbar saat khutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438).

Penyebab 3: Manusia Tidak Suka Dicela

Dalam poin ketiga ini, manusia ketika beramal, berusaha untuk sebaik-baiknya dan berharap pula pujian dari manusia lainnya.

Solusi Agar Bisa Ikhlas

Untuk bisa ikhlas, maka kita harus berusaha untuk menyembunyikan amalan. Selain itu, mengambil contoh dari orang yang sudah terlebih dahulu menghadap Allah.

Ibnu Mas’ud رضي الله عنه berkata:

وإن كنتم لابد مقتدين فاقتدوا بالميت، فإن الحي لا تؤمن عليه الفتنة

“Dan bila kalian ingin memperoleh keteladanan, maka contohlah orang yang sudah meninggal, karena orang yang masih hidup tidak terbebas dari fitnah.” (Hilyatul Auliya, 1/136)

Orang yang sudah meninggal, siapakah mereka? Ibnu Masud menjelaskan:

“Siapa di antara kalian yang ingin mencari teladan, carilah teladan dari orang-orang yang sudah meninggal. Karena sesungguhnya orang yang masih hidup itu tidaklah aman dari fitnah (ketergelinciran). Mereka adalah shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Generasi termulia dari umat ini. Yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya dan paling anti berlebihan dalam tindakan. Allah memilih mereka untuk menjadi sahabat nabi-Nya. Demi menegakkan agama-Nya. Maka akuilah keutamaan mereka. Ikutilah prinsip mereka. Dan contohlah budi pekerti mereka semampu kalian. Karena sungguh mereka berada di atas petunjuk.” (Dinukil oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya: Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih).

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan like dan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan katsira, terima kasih.
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *