CERAMAHRAMADHAN

Rangkuman Ceramah Tarawih Ustadz Aidil: Pentingnya Waktu di Bulan Ramadhan

Malam keempat Ramadhan 1445 Hijriyah, Ustadz Aidil Musakar, SH, Pimpinan Ponpes Al-Wahdah Bombana, membawakan ceramah tarawih tentang pentingnya waktu di bulan suci Ramadhan ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Bulan yang penuh juga dengan kasih sayang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hendaknya setiap waktu di bulan Ramadhan ini, kita isi dengan ibadah. Setiap waktu di bulan suci Ramadhan memang sangatlah berharga.

Orang-orang yang sudah meninggal dunia, berharap kembali ke dunia untuk bisa beribadah kepada Allah, bersujud kepada Allah, meskipun hanya sebentar.

Dua Pemuda

Sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang bernama Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu anhu, mengisahkan tentang dua orang pemuda. Mereka berdua mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan menyatakan keislamannya.

Salah satu dari pemuda itu adalah sangat bersemangat dalam beribadah. Bahkan, dia ikut berjihad di jalan Allah saking semangatnya.

Pemuda yang satunya, ibadahnya biasa-biasa saja. Sholatnya biasa, puasanya juga biasa. Namun, dia masih hidup setahun setelah pemuda satunya meninggal dunia. Setelah itu, pemuda kedua pun meninggal dunia.

Dalam mimpi Thalhah, kedua pemuda itu berada di depan pintu surga. Kemudian datanglah panggilan, ternyata yang dipanggil masuk adalah pemuda yang kedua. Barulah yang pertama.

Thalhah heran. Dalam mimpi tersebut, beliau ingin masuk surga, tetapi ada suara yang mengatakan bahwa dia belum saatnya masuk ke dalam surga.

Diceritakan Semuanya

Mimpi tersebut diceritakan Thalhah kepada teman-temannya. Sampai juga ke telinga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Nabi bertanya, “Kenapa kamu heran?”

Thalhah heran, mengapa laki-laki yang kedua terlebih dahulu dibandingkan laki-laki yang pertama?

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa laki-laki yang kedua itu mendapatkan bulan suci Ramadhan. Dia punya kesempatan untuk beribadah di bulan mulia tersebut. Perbedaan antara kedua laki-laki itu, memang bagaikan bumi dan langit.

Sungguh merugilah orang-orang yang mendapati bulan Ramadhan, tetapi masih sibuk dengan dunia. Merugilah pula orang-orang yang menjalani Ramadhan seperti hari-hari biasa.

Orang-orang yang merugi disebutkan dalam hadits ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengaminkan doa Malaikat Jibril alaihissalam sebanyak tiga kali.

Dan, sudah berlalu sepersepuluh Ramadhan atau sudah memasuki hari ketiga. Tanpa terasa, Ramadhan akan pergi meninggalkan kita lagi.

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan like dan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan katsira, terima kasih.
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *