CERAMAHMUTIARA QOLBURAMADHAN

Rangkuman Ceramah Tarawih Ustaz Aldi: Tiga Keadaan Manusia

Dalam ceramah tarawih kali ini, malam ke-6 Ramadhan 1445 Hijriyah, yang membawakannya adalah Ustaz Aldi, SH. Beliau adalah alumnus Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar.

Awalnya, Ustaz Aldi, SH, menyatakan diri kurang berkenan karena berada di depan para ustaz. Namun, setelah itu, beliau mengawali dengan mengatakan, “Hari ini adalah hari … Sabtu!”

Terdengar beberapa ada yang tertawa dari jamaah. Namun, justru, itulah yang menjadi kunci perhatian jamaah terhadap beliau. Selanjutnya, beliau bertanya, “Hari ini adalah hari Sabtu, besok Ahad, dan kemarinnya lagi Jum’at.”

Rupanya, pertanyaan tersebut dikaitkan dengan perkataan Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah. Menurut sang imam, manusia itu memang berada dalam tiga keadaan, yaitu: kemarin, besok yang belum tentu ditemui, dan hari ini.

Jika kita bangun di pagi hari, Subuh misalnya, maka tanamkan dalam diri bahwa kita memiliki hari ini. Tanamkan untuk beribadah dengan sebaik-baiknya pada hari ini. Beribadah dengan ikhlas, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain sebagainya.

Betapa banyak orang yang tertawa, besoknya sudah tidak ditemui lagi. Ada pula pengantin yang sudah disiapkan segala acaranya, tetapi justru meninggal di malam pertama. Ada juga anak kecil yang diharapkan besar dan meraih masa depannya, tetapi meninggal dunia.

Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ

Jibril ‘alaihissalam pernah datang kepadaku seraya berkata, “Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayat. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya. Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam dan kehormatannya adalah rasa kecukupan dari manusia.” (HR. Thabrani dan dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits Shahihah, no. 831)

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian adalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”

Nasihat dari seorang salaf, jadilah kita orang yang baik, sebab orang baik akan bertemu orang yang baik pula, dipanggil dengan panggilan yang baik.

Dan, panggilan yang baik itu datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, Surah Al-Fajr ayat 27-30:

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

Bila panggilan tersebut datang kepada kita, maka kita sudah pasti masuk ke dalam surga. Semoga kita dikumpulkan di surga Allah kelak. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan like dan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan katsira, terima kasih.
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *