AL-QUR'ANCERAMAHMUTIARA QOLBURAMADHAN

Rangkuman Ceramah Tarawih Malam ke-8 Oleh Ustaz Muhdar: Bulan Ramadhan, Bulannya Al-Qur’an

Sebagaimana kita tahu, bulan suci Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, petunjuk bagi manusia.

Disebutkan dalam Surah Al-Araf ayat 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”

Jika ada kata “walaqad”, itu menunjukkan sungguh atau kesungguhan. Sungguh penghuni neraka dari jin dan manusia.

Salah satu sebab manusia menjadi penghuni neraka adalah jin dan manusia diberikan hati oleh Allah, tetapi tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.

Tidak Cuma Itu

Kita memang tidak akan cukup hanya dengan membaca Al-Qur’an, tetapi juga harus memahami isinya. Hal itu bisa memperluas pengetahuan kita lagi.

Al-Qur’an sudah ada, tetapi orang-orang tetap jauh dari perintah Allah. Mereka diberikan telinga, tetapi tidak dipakai mendengarkan ayat-ayat Allah.

Sekarang, banyak tempat untuk mendapatkan ilmu, baik di majelis taklim maupun dari HP. Begitu banyak ustaz sunnah yang bisa kita pelajari.

Manusia diberikan penglihatan, tetapi tidak dipakai untuk melihat ayat-ayat Allah. Dari sejak SD, kita melihat wajah kita, dibandingkan sekarang, pastilah banyak perubahan.

Masih berkaitan dengan poin di atas, agar bisa melihat ayat-ayat Allah, hendaknya kita rihlah. Tujuan rihlah adalah mentadabburi alam, melihat laut, gunung, dengan begitu banyak isi dan hewan-hewan. Melihat, agar bisa berpikir, lalu berdzikir.

Tiga Hal

Dalam ayat di atas, tiga hal, yaitu: hati, pendengaran, dan penglihatan. Jika ketiga hal ini tidak dipakai, maka manusia menjadi seperti hewan ternak, bahkan lebih daripada itu karena kelalaian.

Ada orang yang berumur sampai 100 tahun, tetapi kita tidak merasa bangga melihatnya. Sebab, orang yang berumur 100 tahun, tetapi tidak tahu berpakaian yang benar, tidak tahu agama, sungguh sia-sia.

Makanya, agar lebih memiliki bekal dalam agama ini, agar memiliki pengetahuan tentang Al-Qur’an, adalah dengan belajar Dirosa.

Dalam memahami agama, bisa diibaratkan seperti beli kue. Kita sudah menyiapkan bahan-bahannya, tetapi ada lagi takarannya. Jika bahan sudah ada, tetapi takaran salah, maka rasanya tidak akan cocok.

Petunjuk Allah adalah resep dalam hidup ini. Tidak hanya Al-Qur’an, tetapi juga diutus Nabi-Nya dengan orang-orang yang membersamainya.

Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an, memahami isinya, menghalalkan yang sudah dihalalkan Allah, begitu pula mengharamkan yang sudah diharamkan Allah, maka dia akan ke dalam surga.

Wallahu’alam bisshawab. 

Sumber ayat Al-Qur’an: https://tafsirweb.com/2633-surat-al-araf-ayat-179.html

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan like dan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan katsira, terima kasih.
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *