AKHLAKAL-QUR'ANCERAMAHIBADAHRAMADHAN

Rangkuman Ceramah Tarawih Malam ke-20 Ustaz Ahmad: Tolong-Menolong dalam Kebaikan

Malam ke-20 Ramadhan kali ini adalah ceramah tarawih yang terakhir, sebelum memasuki itikaf malam ke-21 di Masjid An-Nur, kompleks Pesantren Al-Wahdah Bombana putri, Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah.

Sebagai pamungkasnya pada Ramadhan 1445 Hijriyah ini adalah Ustaz Ahmad atau biasa juga dipanggil dengan Abu Putra. Beliau mengambil judul Tolong-menolong dalam Kebaikan.

Pribadi Lengkap

Kata Ustaz Ahmad, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah jenderal yang ulung, ayah yang sayang terhadap anak-anaknya, dan beliau adalah uswatun hasanah.”

Penceramah yang satu ini juga mengajak jamaah untuk mengajak orang lain juga, “Begitu banyak amalan, yaitu: membaca Al-Qur’an, sholat sunnah, berdzikir, dan ajak teman-teman kita agar dapat pahala, jangan masuk surga sendiri!”

Tolong-menolong dalam kebaikan perlu untuk dilakukan, contohnya kata beliau, “Memberi bantuan fakir miskin, membantu anak yatim, membantu janda-janda tua, dan membantu janda-janda muda untuk dinikahi.”

Dalam kaitannya dengan menikahi janda muda, maka itu harus dikaitkan pula dengan istri. Apabila istri cemberut, maka itu biasanya terjadi ketika kita membicarakan poligami. Ustaz Ahmad menyampaikan pantun:

Aku rela memakan banyak sinonggi,

tapi sisakan sedikit untuk aku.

Jika kamu mau menikah lagi,

langkahi dulu mayatku.

Lanjut Ustaz Ahmad lagi, “Janda muda bisa ditandai. Contohnya jika ditanya, ‘Kamu mau menikah denganku?’ Kalau jawabannya, ‘Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya?’ Maka itu setengah tidak mau.”

Ustaz Ahmad memberikan pesan kepada jamaah, “Cintailah sepenuh hati, istri, pekerjaan, harta, tetapi jangan sepenuh jiwa. Sebab jika ditinggalkan, hanya sakit hati, bukan sakit jiwa.”

Sedekah dan Perlombaan Amal

Ustaz Ahmad mengungkit kisah tentang tamu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang dijamu oleh seorang sahabatnya. Padahal, sahabat tersebut tidak punya banyak makanan di rumahnya.

Beliau menyuruh istrinya untuk menidurkan anak-anak, lalu mematikan lampu di ruang tamu agar terlihat tuan rumah ikut makan. Sahabat tersebut dipuji Allah karena lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri.

Kisah saling berlomba dalam kebaikan antara Abu Bakar Ash Shidiq Radhiyallahu Anhu dengan Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu ikut diceritakan oleh Ustaz Ahmad. Beliau menyampaikan, “Sedekah, dzikir, jihad, dan sholat malamnya para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memang susah untuk ditandingi.”

Tolong-menolong Suami Istri

Dalam kehidupan suami istri, bisa saling tolong-menolong, misalnya dalam urusan membangunkan salat malam. Jika istrinya sudah bangun, sementara suaminya belum, maka kata Ustaz Ahmad, bisa memperagakannya seperti ini, “Abu, bangun mi ki. Lalu, dipercikkan dengan air, jika tidak mempan, disapu-sapu telapak kakinya. Disapu-sapu betisnya, pahanya, jika tidak bisa juga, maka stop!”

Ada hal yang menghalangi seseorang masuk surga, meskipun mati syahid, yaitu: utang. “Jangan remehkan utang. Yang berutang bisa lebih galak daripada yang diutangi,” ujar Ustaz Ahmad.

Untuk menjaga keharmonisan suami dan istri, maka bohong bisa dilakukan demi menjaga perasaan. Misalnya, ketika istri membuat masakan, sebenarnya rasanya tidak enak, tetapi suami bisa berpura-pura menikmati. Begitulah bagian akhir dari ceramah tarawih Ustaz Ahmad. Beliau menutupnya dengan pantun lagi:

Sholat tarawih di Masjid Nurul Hidayah

ternyata hilang sandal satu.

Cukup sekian, wabilahitaufik walhidayah

wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Waallahu ‘alam bishawab.

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan like dan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan katsira, terima kasih.
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *