AL-QUR'ANCERAMAHMUTIARA QOLBURAMADHAN

Rangkuman Ceramah Tarawih Malam ke-15 Ustaz Jamaaludin: 2 Alasan Puasa Ibadah Istimewa dan Spesial

Puasa adalah istirahat dan terhindar sementara dari segala kesibukan dunia. Itulah pengantar dalam ceramah tarawih malam ke-15 kali ini.

Bersama Ustaz Jamaaludin, pembina Ponpes Al-Wahdah Bombana, pada Senin (25/03/2024), masih di Masjid An-Nur.

Bulan Ramadhan memang mempunyai ibadah istimewa, yaitu: puasa. Dalil tentang puasa ada pada Surah Al-Baqarah ayat ke-183, dilanjutkan ayat 184 dan 185.

2 Alasan Keistimewaan Ibadah Puasa

1. Ibadah Rahasia

Ada 2 alasan puasa ini begitu istimewa dan spesial. Dijelaskan oleh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi An-Naysaburi Al-Faqih Ash-Shufi Asy-Syafi‟i Al-Asy‟ari atau yang dikenal dengan Imam Al-Ghazali rahimahullah, beliau dinukil pula oleh Imam Ibnu Qudamah rahimahullah dalam kitabnya Minhajul Qasidin.

Pertama, ibadah puasa adalah ibadah yang rahasia. Itu adalah ibadah hati. Ibadah puasa ini menggabungkan dua bagian besar, yaitu: hati dan jasad.

Ibadah puasa tidak bisa diketahui orang lain, selain orang tersebut dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang yang berpuasa, siapa yang bisa menjaga dari pandangan manusia?

Contohnya, bisa saja seorang santri. Dia bisa membatalkan puasanya, jika tidak diawasi oleh pembinanya. Misalnya, saat wudhu, dia berkumur tiga kali, tetapi yang keluar airnya adalah dua kali!

Puasa memang jauh dari riya’, yang bisa menghancurkan pahala ibadah kita. Beda dengan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, dengan suara yang merdu berharap bisa dipuji orang lain.

Begitu pula dengan salat Tarawih. Bisa pamer dengan posting di media sosial. Demikian juga dengan sedekah. Menyebut-nyebutkan sedekah.

“Kalau bukan saya, masjid ini tidak bisa berdiri!”

“Kalau bukan saya, masjid ini tidak bisa bergerak!”

Bulan puasa telah berlalu selama 14 hari, mari merawat ibadah kita. Jika masih ada kekurangan, mari kita perbaiki di hari-hari selanjutnya.

2. Melemahkan Setan

Setan yang sampai sekarang masih menggoda manusia, ternyata bisa dilemahkan dengan ibadah puasa. Ketika puasa, tubuh akan melemah, pembuluh darah menyempit, itu membuat setan susah masuk ke dalam tubuh.

Hadits lengkap tentang setan menyusup ke pembuluh darah:

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا – أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175).

Saat puasa, darah melambat, itu juga yang membuat setan tidak bisa masuk. Marilah kita jaga puasa dari hal-hal yang membatalkannya, maupun yang membuat berkurang pahalanya.

2 Kebahagiaan Puasa

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Menurut Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah, saat berbuka puasa, orang-orang bergembira. Tidak ada yang sedih. Bahkan, orang yang tidak berpuasa pun ikut senang.

Berikutnya, kebahagiaan saat Idul Fitri. Saat tiba hari raya tersebut, kaum muslimin bergembira. Bahkan, orang yang tidak berpuasa justru lebih berbahagia.

Kebahagiaan kedua adalah ketika bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pada saat itulah, Allah memperlihatkan pahala puasa kita.

Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

Kita meminta kepada Allah agar menerima amal ibadah kita di bulan ini dan mengampuni segala dosa kita. Aamiin ya rabbal ‘alamin. 

Wallahu ‘alam bishawab. 

Sumber Dalil:

https://rumaysho.com/3485-setan-menyusup-melalui-aliran-darah.html

Dua Kebahagiaan Bagi Orang Yang Berpuasa

https://almanhaj.or.id/15914-firman-allah-taala-puasa-untukku-dan-aku-yang-akan-membalasnya.html

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan like dan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan katsira, terima kasih.
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *