AL-QUR'ANCERAMAHMUTIARA QOLBURAMADHAN

Rangkuman Ceramah Tarawih Malam ke-10 Ustaz Darmawan: Indahnya Surga

Sedianya, pada malam ke=10, yang membawakan kultum atau ceramah tarawih adalah Ustaz Takbir. Namun, karena beliau menjadi imam, maka diserahkan kepada Ustaz Darmawan, Kepala SMP IT Al-Wahdah Bombana.

Malam ke-10, bertepatan pula dengan tanggal 20 Maret 2024, hari Rabu. Dalam kultum ini, Ustaz Darmawan menyebutkan tentang pertanyaan Nabi Musa alaihissalam kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sumber otentiknya berbunyi seperti ini. Sesungguhnya Al Hafizh Abu Hatim Muhammad bin Hibban dalam Shahih-nya menyebutkan mengenai pertanyaan Nabi Musa ‘alaihissalam kepada Allah Ta’ala tentang penduduk surga yang paling rendah dan paling tinggi kedudukannya.

Umar bin Sa’id Ath-Tha’i mengabarkan kepada kami di Manbaj, Hamid bin Yahya Al Balkhi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Mutharrif bin Tharf dan Abdullah bin Abkhar -keduanya merupakan syaikh yang shalih -menceritakan kepada kami, kami mendengar Asy-Sya’bi berkata: aku mendengar Al Mughirah bin Syu’bah berkata di atas mimbar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Sesungguhnya Musa ‘alaihissalam bertanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ‘Penduduk ahli surga seperti apakah yang menempati kedudukan yang paling rendah?’

Allah menjawab, ‘Seseorang datang setelah penduduk surga masuk ke dalam surga, lalu dikatakan kepadanya: masuklah ke dalam surga, lalu dia berkata: Bagaimana aku dapat masuk ke dalam surga sementara orang-orang telah singgah di tempat mereka masing-masing dan mengambil apa yang harus mereka ambil? Lalu, dikatakan yang dimiliki oleh raja-raja di dunia?

Dia menjawab: Iya wahai Tuhanku. Lalu dikatakan: Ini bagimu, sepertinya dan sepertinya, lalu dia mendapati ini dengan segala sesuatu yang disukai oleh dirimu dan menyenangkan matamu’.

Lalu Musa bertanya kepada Tuhannya, ‘Penduduk surga seperti apakah yang paling tinggi kedudukannya?’ Allah menjawab, ‘Aku akan menceritakan kepadamu tentang mereka; Aku tanamkan kemuliaan mereka dengan tangan-Ku dan aku menyempurnakannya atas itu, maka (kenikmatan penduduk surga yang paling tinggi kedudukannya) tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbersit dalam hati umat manusia’.”
Adapun mengenai kisah orang yang terakhir masuk surga, terdapat di bawah ini: Setelah Allah memberikan putusan bagi seluruh manusia pada hari kiamat (ahli surga dan neraka).
Allah Ta’ala dengan rahmat-Nya ingin mengeluarkan sebagian ahli neraka, maka Ia memerintahkan malaikat-Nya untuk mengeluarkan hamba-Nya dari neraka yang tidak berbuat syirik dan mereka telah mengucapkan kalimat tauhid.
Malaikat mengenali mereka dengan adanya bekas sujud pada tubuh mereka, karena Allah telah mengharamkan bekas tersebut dari api neraka.
Akhirnya mereka pun keluar dari neraka dengan tubuh mereka yang telah hangus terbakar. Lalu disiramkanlah kepada mereka air (yang disebut air kehidupan) sehingga mereka pun tumbuh kembali layaknya biji yang tumbuh setelah terkena air. Kemudian Allah memberikan putusan bagi mereka.

Namun, tinggallah satu orang yang wajahnya masih menghadap ke neraka. Ia memohon pada Rabbnya seraya berkata, “Wahai Rabbku palingkanlah wajahku dari neraka karena hawanya meracuniku dan jilatan apinya membakarku.”

Kemudian ia terus meminta dan meminta. Allah pun berkata, “Apakah jika Aku kabulkan permintaanmu engkau akan meminta yang lain?”

Hamba ini menjawab, “Wahai Rabb, aku tidak akan memintamu selain itu.” Dia pun berjanji kepada Allah untuk tidak meminta yang lain, maka Allah palingkan wajahnya dari neraka.

Kemudian ketika ia telah menghadap surga dan dapat melihatnya dengan jelas ia terdiam sejenak, lalu berkata, “Wahai Rabbku dekatkanlah aku ke pintu surga!”

Allah bertanya, “Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta yang lain setelah permintaanmu yang pertama? Celakalah engkau wahai anak Adam, sungguh cepat engkau melanggar janjimu!”

Namun, hamba itu terus memohon dan memohon hingga Allah bertanya kepadanya, “Apakah jika Aku kabulkan permintaanmu engkau akan meminta yang lain?” Orang itu menjawab, “Sungguh demi keagungan-Mu aku tidak akan meminta yang lain.” Ia pun berjanji kepada Allah, maka Allah mendekatkannya ke pintu surga.

Setelah ia berdiri di depan pintu surga, maka terhamparlah di hadapannya surga sehingga ia dapat melihat kebaikan dan kebahagiaan surga tersebut. Ia pun terdiam sejenak, lalu berkata, “Wahai Rabbku masukkanlah aku ke surga!”

Maka Allah bertanya padanya, “Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta yang lain selain permintaanmu tadi? Celakalah engkau wahai anak Adam, sungguh cepat engkau melanggar janji!”

Hamba itu menjawab, “Wahai Rabbku janganlah engkau jadikan aku hamba-Mu yang paling sengsara!” Dan ia pun terus memohon pada Allah sampai Allah tertawa melihatnya, kemudian berkata, “Masuklah engkau ke dalam surga!”

Orang tersebut akhirnya masuk ke dalam surga. Lalu, Allah kembali berkata padanya, “Silakan engkau berangan-angan.” Dia pun meminta pada Rabbnya dan berangan-angan sampai-sampai Allah mengingatkannya ini dan itu. Dan, setelah ia berhenti meminta ini dan itu Allah berkata padanya, “Aku kabulkan segala keinginanmu tadi dan aku lipat gandakan”.

Cerita ini diterjemahkan dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim. Sahabat Abu Hurairah mengatakan, “Orang itu adalah orang yang terakhir kali masuk surga”.

Sajian Raja

Ada kisah seorang syaikh yang diundang oleh Raja Salman, pemimpin negara Arab Saudi. Sajiannya luar biasa di istananya. Syaikh tersebut mengatakan bahwa ini baru sajian dari manusia, apalagi jika sajian yang paling tinggi di surga nanti.

Semoga kita dimudahkan untuk menjadi penduduk surga dan kekal di dalamnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Wallahu ‘alam bisshawab.

Sumber:
1. https://goingtojannah.wordpress.com/2022/08/24/ketika-nabi-musa-bertanya-mengenai-penduduk-surga-yang-seperti-apa-yang-kedudukannya-paling-tinggi-dan-paling-rendah-di-dalam-surga
2. https://wiz.or.id/siapakah-orang-yang-terakhir-masuk-surga/
Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan like dan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan katsira, terima kasih.
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *