BERITA

Khotbah Iduladha 1444 Hijriyah: Tauhid Modal Utama Membangun Keluarga dan Serba-serbi Pelaksanaan Kurban

Untuk pertama kali, DPD Wahdah Islamiyah (WI) Bombana menggelar Salat Iduladha di lokasi pondok pesantren (ponpes) Al-Wahdah Bombana putra yang berada di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah.

Bertindak sebagai khatib adalah Ustaz Akbar Jabba, S.Pd.I (Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bombana). Mengusung tema “Bersama Keluarga yang Kuat, Meraih Surga Dunia dan Akhirat.”

Pelaksanaan rangkaian salat Iduladha ini dimulai sekitar pukul 07.15 WITA. Lapangan futsal yang bisa dipakai sarana berolahraga santri ponpes Al-Wahdah Bombana putra, sebagai tempat salat telah dialasi oleh bekas karung. Jadi, jamaah tidak perlu susah lagi membawa alas di bawah sajadahnya, seperti koran dan sebagainya, meskipun ada pula yang membawa karpet sendiri.

Dimulai dari Bersyukur

Tuntunan salat Iduladha oleh Ustaz Amiruddin, S.Ag.

Seperti pelaksanaan salat hari raya di tempat lain, sebelum salat diberikan tuntunan salat, untuk yang dilaksanakan oleh DPD WI Bombana ini dipimpin oleh Ustaz Amiruddin, S.Ag. Memberikan panduan bahwa niat itu cukup dari hati, tidak perlu dilafazkan. Setelah itu, inti dari pelaksanaan ibadah, yaitu: salat.

Ustaz Akbar memulai khotbah dengan memuji dan mengagungkan asma Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Kita bersyukur karena bisa menikmati Iduladha, sementara saudara-saudara yang lain masih dalam kesulitan.”

iduladha-2
Ustaz Akbar Jabba, S.Pd.I (Ketua DPD WI Bombana) memulai khotbahnya.

Lanjut beliau, “Membangun peradaban dimulai dari membangun keluarga yang tangguh. Tidak usah muluk-muluk bicara membangun peradaban, jikta kita tidak membangun intinya, yaitu: keluarga.”

Pada momen Iduladha ini, sejarah yang memang sering diungkapkan adalah kisah Nabi Ibrahim alaihissalam. “Menempatkan Hajar dan Ismail di padang tandus memang tampak tidak masuk akal. Nabi Ibrahim alaihissalam mengajarkan untuk membangun keluarga perlu tunduk kepada pencipta manusia itu sendiri.”

Fenomena LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender) turut dimunculkan oleh Ustaz Akbar. “Memerangi penyakit seperti LGBT adalah tanda cinta kepada keluarga dan negeri ini. Tidak ada hubungannya dengan hak asasi manusia. Apa jadinya jika keluarga ada LGBT, pasti akan menimbulkan petaka.”

Pijakan yang Kuat

iduladha-3

Apa yang menjadi pijakan yang kuat dalam membangun keluarga? Ustaz Akbar mengatakan, “Pijakan yang kuat dalam keluarga adalah bertauhid kepada Allah. Selama mereka menghamba dan bersandar hanya kepada-Nya.”

Beliau menekankan berikutnya, “Dalam kisah Nabi Ibrahim alaihissalam meninggalkan Hajar dan Ismail, beliau meninggalkan bekas paling bernilai di dunia hingga ke akhirat, yaitu: bekal tauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan tauhid yang kokoh, sebuah keluarga akan tumbuh kuat karena selalu bersandar kepada Allah yang Mahakuat.”

Apa yang dimaksud keluarga yang kuat itu? Ustaz tersebut berkata, “Keluarga yang kuat adalah keluarga yang para anggotanya meyakini bahwa persoalan rezeki, cari jabatan, dan apapun di dunia ini semuanya telah diatur oleh Allah Azza wa Jalla sehingga jangan memaksakan diri mendapatkan itu semua dengan cara-cara yang haram dan zalim. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang jauh lebih khawatir jika anggota-anggotanya jatuh dalam kesyirikan daripada jatuh dalam kekurangan harta dunia.”

Ingin anak yang sholeh? Dalam khotbah ini dijelaskan cara mendapatkannya. “Jika ingin mendapatkan anak keturunan yang sholeh, jadilah terlebih dahulu sebagai anak yang sholeh untuk kedua orang tua kita. Jika memungkinkan anak yang sholeh, maka berusahalah menjadi pribadi yang sholeh meski belum sempurna.” Begitu ujar Ustaz Akbar.

Puncak Ilmu Parenting

iduladha-4

Mendekati akhir khotbah, masih kaitannya dengan tema “Bersama Keluarga yang Kuat, Meraih Surga Dunia dan Akhirat”, Ustaz Akbar mengatakan, “Puncak ilmu parenting adalah berdoa kepada Allah untuk diri dan keluarga. Jangan pernah berhenti mendoakan untuk anak-anak dan keluarga kita. Biarkanlah Allah yang menentukan kapan terkabulnya doa tersebut.”

Selain itu, kekuatan sebuah keluarga juga didukung oleh seseorang. “Kekuatan sebuah keluarga juga ditentukan oleh hadirnya sosok wanita sholihah. Dia bukan wanita yang sempurna. Jika dia berdosa, merasa tidak tenang dan meminta ampun kepada Allah. Bagi para pemuda, berhentilah sejenak untuk meneladani Ismail alaihissalam.”

Pelaksanaan Kurban

Salat Iduladha tuntas dilaksanakan. Ustaz Basran sebagai Ketua Panitia Kurban DPD WI Bombana menyampaikan agar panitia segera standby kembali setelah 20 menit pulang ke rumah untuk ganti baju dan sarapan.

Pemotongan hewan kurban baru benar-benar dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WITA. Sapi sebanyak 10 ekor, sedangkan kambing berjumlah 21 ekor.

Pelaksanaan pemotongan ini berlangsung sampai menjelang Ashar. Memotong daging menjadi lebih kecil, memasukkannya ke dalam plastik dan ditimbang satu kilogram. Tidak hanya daging, tulang sapi juga dibagi-bagi. Ditimbang juga dengan ukuran satu kilogram.

Selain untuk shohibul kurban, juga diberikan kepada para pekerja yang ikut membantu pemotongan daging. Masih ada sisanya, diberikan pula kepada masyarakat yang mendatangi lokasi tersebut.

Ada hal yang unik dalam pembagian hewan kurban ini. Untuk mengantisipasi ada orang yang dapat dua kali jatah daging, maka setiap orang, baik itu pekerja atau masyarakat luar harus mencelupkan jarinya ke tinta printer. Hal tersebut sebagai penanda bagi orang tersebut sudah mengambil jatahnya.

Berikut ada serba-serbi dokumentasi pelaksanaan kurban di bulan Zulhijah 1444 Hijriyah ini:

iduladha-kurban-1

iduladha-kurban-2

iduladha-kurban-3
Ditutupi dengan dedaunan agar darah dari leher sapi tidak terlalu muncrat.

iduladha-kurban-4

iduladha-kurban-5
Memulai proses menguliti sapi setelah tumbang tidak bernyawa.

iduladha-kurban-6

iduladha-kurban-7
Agar memudahkan untuk menguliti, maka kambing yang sudah disembelih digantung, hal ini berbeda dengan metode pengulitan sapi.

iduladha-kurban-8

iduladha-kurban-9

iduladha-kurban-10

iduladha-kurban-11

iduladha-kurban-12
Pada terpal bagian depan adalah daging, sedangkan terpal yang lebih kecil di belakang adalah tulang, keduanya dari sapi.

iduladha-kurban-13

iduladha-kurban-14
Ustaz Takbir menyodorkan wadah dari gelas air mineral bekas yang sudah dibersihkan dan berisi tinta printer, setiap orang harus mencelupkan jari ke wadah tersebut.

iduladha-kurban-15

Foto bersama panitia kurban dari DPD Wahdah Islamiyah Bombana pada bulan Zulhijjah 1444 Hijriyah ini.

Jika tulisan di atas bermanfaat untuk orang lain, silakan dishare, ya! Syukron wa jazakumullah khairan, terima kasih. Untuk yang menggunakan HP, jika ingin memberikan reaksi terhadap tulisan di atas, bisa klik tanda tiga garis mendatar di bawah!
Loading spinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *