Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Tata Cara Salat Gerhana

gerhana-bulan-total-maret-2026-dan-tata-cara-salat-gerhana-cover-jadi

Pada bulan suci Ramadan, ada satu fenomena alam yang Insya Allah akan kita amati dan alami. Fenomena ini disebut dengan gerhana bulan total.

Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sudah ada jadwal lengkap fase gerhana bulan untuk setiap zona waktu di Indonesia.

Gerhana bulan yang akan hadir kali ini termasuk istimewa karena fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam. Dan, ini lebih lama dibandingkan gerhana bulan-gerhana bulan sebelumnya.

Perlu ditambahkan pula, gerhana bulan total pada tanggal 3 Maret 2026 akan menjadi gerhana bulan total terakhir hingga 31 Desember 2028. Berarti, yang terakhir sebelum tahun 2029.

Masyarakat harus menunggu selama kurang lebih tiga tahun untuk kembali menyaksikan bulan yang berubah merah akibat bayangan bumi.

Bagi kaum muslimin, gerhana bulan total ini tidak hanya sekadar fenomena alam, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk salat gerhana, apalagi masih di momen bulan suci Ramadan.

Pengertian Gerhana Bulan Total

gerhana-bulan-total-maret-2026-dan-tata-cara-salat-gerhana-1

Berdasarkan pengetahuan yang kita pahami, bahwa gerhana bulan bisa terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan. Akibatnya, bayangan bumi (umbra) menutupi permukaan bulan.

Ketika posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar, maka seluruh permukaan bulan akan berada di dalam umbra bumi. Ini menjadi sebab cahaya yang mencapai bulan hanya berasal dari sinar yang dibelokkan oleh atmosfer Bumi.

Pada gerhana bulan total ini bisa disebut dengan “blood moon” karena tampak berwarna kemerahan. Kalau kondisi langit cerah, bulan akan terlihat seperti itu.

Fenomena “blood moon” terjadi karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Saat cahaya dengan panjang gelombang pendek tersebar lebih banyak sehingga cahaya merah yang mencapai bulan menjadi lebih dominan.

Jadwal Lengkap Fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

gerhana-bulan-total-maret-2026-dan-tata-cara-salat-gerhana-3

Dari data BMKG, fase-fase gerhana bulan total di Indonesia dapat dilihat di bawah ini:

Gerhana penumbra mulai (P1): 15.42.44 WIB / 16.42.44 WITA / 17.42.44 WIT
Gerhana sebagian mulai (U1): 16.49.46 WIB / 17.49.46 WITA / 18.49.46 WIT
Gerhana total mulai (U2): 18.03.56 WIB / 19.03.56 WITA / 20.03.56 WIT
Puncak gerhana: 18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT
Gerhana total berakhir (U3): 19.03.23 WIB / 20.03.23 WITA / 21.03.23 WIT
Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17.33 WIB / 21.17.33 WITA / 22.17.33 WIT
Gerhana penumbra berakhir (P4): 21.24.35 WIB / 22.24.35 WITA / 23.24.35 WIT

Dihitung dari waktunya, fase gerhana bulan mulai dari tahap awal hingga akhir akan berlangsung sekitar 5 jam 41 menit. Sedangkan untuk fase totalitas (total) terjadi hampir 60 menit.

Tata Cara Salat Gerhana

gerhana-bulan-total-maret-2026-dan-tata-cara-salat-gerhana-4

Pada artikel ini, akan dijelaskan tata cara salat gerhana. Mau itu gerhana matahari maupun bulan, caranya sama saja. Berikut adalah tata cara pelaksanaannya:

  1. Imam berdiri bertakbir lalu membaca surah al-Fatihah. Bacaan ini dikeraskan atau dengan jahar.
  2. Surah yang dibaca adalah surah yang panjang.
  3. Rukuk dengan rukuk yang lama meskipun lebih pendek dari ketika berdiri membaca surah.
  4. Bangkit dari rukuk dengan mengucapkan: “Sami’allahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu”.
  5. Berdiri lagi dengan berdiri yang lama dengan membaca surah al-Fatihah dan surah lainnya, untuk berdiri kali ini lebih pendek daripada berdiri yang pertama tadi.
  6. Rukuk lagi dengan rukuk yang lama walaupun lebih pendek daripada rukuk yang pertama.
  7. I’tidal, lalu sujud dengan sujud yang lama.
  8. Duduk di antara dua sujud, kemudian sujud dengan sujud yang lama.
  9. Lanjut di rakaat kedua seperti pada rakaat yang pertama dengan dua kali rukuk yang panjang dan dua kali sujud yang panjang seperti pada rakaat pertama.
  10. Terakhir, tasyahud dilanjutkan salam.
  11. Salat gerhana selesai, disunnahkan berkhotbah kepada para jemaah.
  12. Isi khotbah tersebut adalah peringatan kepada jamaah dan orang lain agar tidak lalai dan hanya takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Khotbah memerintahkan juga untuk memperbanyak doa dan istigfar.
  13. Adapun seandainya telah selesai salat sebelum berakhirnya gerhana, maka diisi dengan zikir kepada Allah dan berdoa sampai gerhana benar-benar selesai, tidak perlu mengulang salat.
  14. Sebaliknya, kalau gerhana telah rampung ketika masih salat, maka salat tetap dilanjutkan hingga selesai, walaupun tidak memperpanjang lagi salatnya.
  15. Pada poin terakhir, tidak dianjurkan untuk mengqada salat gerhana jika gerhana telah berakhir sebelum salat.

Kesempatan Dapat Ibadah Langka

Salat gerhana memang tidak pernah dilakukan tiap hari seperti salat lima waktu. Kalau yang sekarang, mumpung masih di bulan suci Ramadan, kesempatan besar untuk bisa melaksanakan salat ini.

Terlebih, salat yang langka, bahkan mungkin belum pernah kita laksanakan, atau sudah pernah tetapi cuma sedikit sekali, maka ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan ibadah ini dan menyebarkan peluang ini kepada kaum muslimin lainnya.

Sumber:

https://inet.detik.com/science/d-8378141/gerhana-bulan-total-3-maret-2026-bisa-dilihat-di-indonesia-catat-jadwalnya

Panduan Shalat Gerhana

avatar for Rizky Kurnia RahmanRizky Kurnia Rahman

Ketua Departemen Media, Komunikasi, dan Humas (Medikomhum) DPD WI Bombana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *