Taklim Tadabur Al-Qur’an Dirangkaikan dengan Tebar Ifthar Nusantara: Bahas Lengkap Tentang Doa

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-cover

Bombana, wahdahbombana.or.id – Salah satu program yang menjadi prioritas di bulan suci Ramadan adalah Tebar Ifthar Nusantara. Bagaimana untuk Ramadan 1447 Hijriyah kali ini?

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) bersama Muslimah DPD WI Bombana selesai melaksanakan Tebar Ifthar Nusantara pada hari Ahad (1/3/2026), dimulai sekitar pukul 16.30 WITA.

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-11

Pelaksanaan kegiatan ini bertepatan pula dengan tanggal 11 Ramadan 1447 Hijriyah. Mengambil tempat di Masjid Jami Al-Muhajirin, perumahan BTN Pasir Putih, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia.

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-1
Muhammad Syafi Syahman

Acara dibuka oleh MC, santri Ponpes Al-Wahdah Bombana, Muhammad Syafi Syahman. Selanjutnya adalah pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh santri ponpes yang sama juga, Muhammad Aqil Azzam.

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-3
Muhammad Aqil Azzam

Diawali dengan Sambutan dan Taklim

Tebar Ifthar Nusantara baru bisa dilakukan ketika menjelang waktu buka puasa atau saat Maghrib berkumandang. Sebelum hal itu terjadi, diadakan taklim yang kali ini berkaitan dengan tadabur Al-Qur’an.

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-4

Ketua Pengurus Masjid Jami Al-Muhajirin, H. Irwan Genda, S.P., M.P, memberikan sambutan.

“Saya mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus Wahdah Islamiyah Bombana. Mohon maaf jika dalam fasilitasi tempat ini masih ada yang kurang,” katanya.

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-5

Beliau juga berpesan kepada jamaah yang hadir,

“Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, yaitu: sholat, silaturahmi, melalui majelis ilmu ini. Semoga senantiasa melahirkan insan-insan beriman dan bertakwa serta menjadi teladan di masyarakat.”

Berbicara Tentang Doa

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-6

Ustaz Akbar, Ketua DPD WI Bombana, mengatakan dalam awal taklimnya,

“Puasa akan lebih bermanfaat jika diisi dengan ibadah. Dan, akan habis pahalanya jika diisi dengan sesuatu yang sia-sia.”

Menyangkut dalil, Ustaz Akbar berujar bahwa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183-187 berbicara tentang puasa.

“Kecuali pada ayat 186. Ini berbicara tentang doa, di sela-sela ayat tentang puasa. Ini menunjukkan keutamaan doa. Ketika puasa, perbanyaklah berdoa.”

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-7

Pada dasarnya, setiap muslim ingin doanya dikabulkan oleh Allah. Contoh doa yang terkabul adalah doa orang tua kepada anaknya.

“Ada kisah tentang Syekh Sudais, imam Masjidil Haram. Beliau mungkin sudah menjadi imam selama 40 tahun. Ketika masih kecil dulu, dimarahi oleh ibunya. Namun, ibunya tidak mengucapkan kata-kata yang jelek, malah marah sambil mendoakan anaknya tersebut untuk menjadi imam di Masjidil Haram. Dan, doa itu terkabul.”

Masih tentang doa, beliau menjelaskan,

“Hukum asal doa itu tidak tertolak. Namun, mungkin kita tidak melihat hasil dari doa itu. Ada dua kemungkinan. Pertama, yang diminta itu buruk untuk kita. Yang kedua, ada penghalang doa kita. Misalnya, tidak mau melaksanakan kewajiban kepada Allah atau tidak beriman kepada Allah.”

Pada intinya, doa itu meminta, bukan memerintah. Kalau meminta, terserah Allah mau kasih atau tidak.

“Ada doa yang terkabul di dunia. Misalnya, doa ingin terangkat jadi P3K. Doa minta keturunan. Ada pula doa yang dikabulkan di akhirat. Kalau di akhirat, hasilnya jauh lebih baik,” tambah Ustaz Akbar.

Doa Mustajab dan Hubungan Paling Dekat dengan Allah

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-8

Pada bulan Ramadan ini, ada satu momen yang lebih banyak menjurus kepada doa mustajab, yaitu: menjelang buka puasa.

Hubungan antara seorang hamba dengan Allah juga dikupas oleh Ustaz Akbar,

“Hubungan paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika sujud. Kenapa demikian? Ini adalah bentuk penghinaan kita di hadapan Allah. Semakin kita merendah dan menghinakan diri, akan lebih mudah terkabul doa.”

Meskipun doa bisa dilakukan ketika sujud, Ustaz Akbar melarang doa dalam bahasa Indonesia.

“Kalau kita tidak tahu doanya dalam bahasa Arab, bisa pakai Bahasa Indonesia, tetapi cukup dalam hati saja.”

Peringatan berikutnya juga tidak luput disampaikan beliau,

“Doa di dalam sujud jangan cuma di sujud terakhir saja. Namun, jangan terlalu menyelisihi imam. Ketika imam sudah duduk tasyahud akhir, jangan sampai kita masih lama sujud.”

Menghadirkan Hati dalam Doa

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-9

Terkabulnya doa akan lebih cepat terjadi jika menghadirkan hati kita di dalamnya.

“Seperti contohnya, doa di waktu Dzuhur lebih bisa menghadirkan hati dibandingkan waktu Isya. Karena di waktu Isya, kita sudah kenyang makan.”

Ustaz Akbar memberikan analogi doa kepada Allah ibarat anak kecil merengek dan menangis kepada ibunya.

Anak tersebut terus merengek dan menangis karena dimarahi oleh ibunya dan tidak dibukakan pintu. Sampai suatu ketika, pintu itu dibuka juga.

Tips agar doa terkabul dijabarkan oleh Ustaz Akbar,

“Jaga penghasilan kita agar tetap halal. Selain itu, perbanyak doa dalam setiap keadaan, baik ketika senang maupun sedih.”

Doa yang sering dibaca Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah doa ini:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّا

Artinya: ““Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia serta di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka.”

“Kebaikan dunia itu contohnya adalah hadir di majelis taklim. Contoh lainnya adalah sholat berjamaah di masjid,” ujar Ustaz Akbar.

Menjelang Buka Puasa

tebar-ifthar-nusantara-wahdah-islamiyah-bombana-10

Taklim selesai kurang lebih pukul 17.30 WITA. Ditutup tanpa ada sesi diskusi maupun tanya jawab.

Selanjutnya, jamaah yang hadir menunggu momen buka puasa dengan hidangan kue, es buah, kurma, dan air putih di depan masing-masing.

Setelah salat Maghrib berjamaah, makan bersama dengan nasi kotak. Tempat yang digunakan untuk buka puasa dan makan bersama masih sama, yaitu: teras masjid.

avatar for Rizky Kurnia RahmanRizky Kurnia Rahman

Ketua Departemen Media, Komunikasi, dan Humas (Medikomhum) DPD WI Bombana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *