Tempat Untuk Santuy dan Rebahan yang Paling Bagus

2
298

Jaman now memang kadang membuat kita merasa tergelitik, tetapi kadang juga cukup miris sebenarnya. Ada saja hal-hal yang membuat kita kaget karena memang tidak ada di masa lalu. Yah, namanya juga perkembangan zaman. Termasuk dalam hal ini adalah kata-kata yang terdengar unik dan perlu untuk dicermati bersama. Namun, sebelum membahas lebih jauh, yuk, simak yang berikut ini!

Kamar Hotel Termahal di Dunia

Mungkin di antara Anda masih banyak yang belum tahu tentang kamar hotel dengan tarif paling mahal di dunia. Kali ini, akan dicuplik beberapa bagiannya. Mau tahu harga per malamnya? Jangan kaget bin terkejut karena harganya adalah 60.000 poundsterling atau setara dengan Rp 1,2 milyar! Masya Allah.

Memang tidak perlu disebutkan nama hotelnya, karena sepertinya tidak ada dari kita yang tertarik untuk menginap di sana. Buat apa coba? Ya ‘kan? Cuma buang-buang uang. Apalagi akan sangat kesulitan mengumpulkan uang sebanyak itu, terus dibelanjakan dalam waktu yang sangat cepat. 

Perlu diketahui, hotel yang terletak di Jenewa, Swiss, tersebut memiliki luas 1.680 meter persegi. Ada di lantai delapan. Punya 12 kamar tidur. Semuanya dilengkapi dengan balkon, menampilkan pemandangan apik Danau dan Gunung Mont Blanc. 

Kamar mandinya dilapisi marmer di setiap kamar. Sarana hiburan jelas ada dan lengkap bagi mereka yang ingin menikmati. Keamanannya terjamin karena memiliki kaca anti peluru, elevator privat, tombol darurat, dan kamera keamanan yang lengkap. Ada pula koki pribadi yang siap sedia. Bagaimana menurut Anda? Harganya 1,2 milyar rupiah untuk satu malam saja. Wah! Betul-betul luar biasa!

Mencari Kebahagiaan yang Sejati

Seorang pembicara atau motivator mengatakan bahwa manusia ini pada dasarnya selalu berusaha untuk menghindari kesengsaraan dan mendapatkan kenikmatan. Pantas kiranya jika manusia itu membenci yang namanya kesedihan, kemalangan, kehilangan, pokoknya segala sesuatu yang negatif. Sedangkan untuk bergembira dan bahagia, jelas hampir semua manusia ingin memperolehnya.

Pada paragraf sebelumnya, telah saya tulis tentang hotel termahal di dunia. Hotel sebagai simbol dari usaha untuk mencari kebahagiaan itu. Kalau sampai merogoh kocek 1,2 milyar rupiah, maka orang tersebut betul-betul ingin mendapatkan kebahagiaan. Fasilitas yang ada dan super wah, dicari oleh orang tersebut. Tidak mau rugi dong dengan uang sebesar itu demi mendapatkan fasilitas yang tidak tersedia pada banyak hotel lainnya.

Untuk tingkat lokal, misalnya di Kendari, hotel yang terkenal paling bagus menetapkan tarif sampai jutaan rupiah per malam. Tidak cuma kamar tidur, tetapi dilengkapi dengan kamar atau ruang tamu, dapur dan ruang lainnya. Fasilitas jangan ditanya, karena kamar tersebut biasa diisi oleh para pejabat maupun pengusaha.

 

Santuy dan Rebahan

Kaitannya dengan awal tulisan ini, ada kata yang sering dipakai oleh generasi milenial jaman now, yaitu: santuy dan rebahan. Santuy bermakna santai, tidak banyak pekerjaan, pokoknya pikiran tenang alias tidak stres. Rebahan ya berbaring di tempat tidur, tanpa beban, tidak melakukan aktivitas yang berat.

Biasanya remaja yang sedang santuy dan rebahan ini, apa yang dipegang? Betul jawaban Anda! HP, gadget atau kata Bahasa Indonesianya adalah gawai. Mereka berselancar tidak jelas di dunia maya. Kadang update status, komen di statusnya orang, chatting ke orang yang tidak jelas, baca berita gosip maupun seputar dunia sepakbola, nonton video, main game online dan berakhir dengan alat tersebut yang sekarat baterainya. Waktu yang berharga akhirnya jadi tidak terjaga. 

Santuy dan rebahan tidak serta-merta menjadi simbol dari orang yang malas lho! Karena orang yang bekerja super keras pun, mencurahkan tenaga yang luar biasa, memeras pikiran sedemikian rupa, butuh juga untuk santai dan beristirahat dengan rebahan tersebut. Harapannya, setelah beristirahat beberapa waktu, tenaga kembali fit dan siap tempur lagi.

Pertanyaannya sekarang, adakah tempat yang lebih baik untuk santuy dan rebahan daripada hotel termahal di dunia tersebut? Oh, jawabannya jelas ada! Ya, ada!

 

Kebalikan

Pada tulisan intisari ta’lim rutin DPD Wahdah Islamiyah Bombana pekan lalu, membahas tentang tafsir Surah Al-Muthaffifin. Kalau agak lupa, hehe, silakan lihat di link berikut ini. Pekan lalu, dari ayat pertama sampai ke-17. Sekarang kelanjutannya, dari ayat 18-36.

Dalam tulisan ini, memang ada kebalikannya. Dirasa lebih bagus memang kita membahas orang-orang yang menyenangkan, atau mereka yang akan mendapatkan kenikmatan luar biasa nantinya. Tempat yang menyediakan hal tersebut di mana sih selain di surga? Betul tidak? Masih ada tempat yang lebih baik daripada surga? Hem, mana ada?!

Orang-orang yang beriman dan berbakti kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala memang mendapatkan kitab Illiyin. Sedangkan orang-orang celaka mendapatkan kitab Sijjin. Mari kita lihat ayat dan terjemahannya:

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ

22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga).

عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ

23. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ

24. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.

يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ

25. Mereka diberi minum dari khamr murni yang dilak (tempatnya)

خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

26. laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍ

27. Dan campuran khamr murni itu adalah dari tasnim,

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ

28. (yaitu) mata air yang minum darinya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

Bagaimana menurut Anda? Dari ayat-ayat yang mulia tersebut, maka kita bisa mengambil sebuah gambaran bahwa di surga nanti, mereka betul-betul bisa santuy dan rebahan sepuas-puasnya, selama-lamanya, sama sekali tidak akan pernah bosan, malah semakin ditambah kenikmatan tersebut oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Masya Allah.

Para penghuni surga diberikan dipan-dipan yang pastinya jauh lebih bagus, indah, empuk, nyaman dan aduhai, daripada semua dipan di dunia ini, termasuk di hotel yang paling mahal tersebut. Mereka mengedarkan pandangan ke surga yang isinya hanyalah kenikmatan, kenikmatan dan kenikmatan.

Untuk minuman mereka, disediakan khamr. Nah, di sini khamr yang ada di surga jelas berbeda dengan di dunia. Ketika di dunia, minum khamr bisa mabuk, hilang akal, kesadaran, akhirnya malah jadi bertindak di luar nalar sehat. Saat di surga, meskipun namanya khamr, meneguknya pasti mendatangkan rasa puas yang sangat besar.

Tidak cuma dapat bidadari, rumah, perhiasan, minuman, buah-buahan, tetapi mereka juga mendapatkan SUPER SPESIAL KENIKMATAN PLUS, yaitu: melihat wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sahabat muslim dan muslimah, kita setiap hari menyembah Allah, contohnya melalui sholat lima waktu. Kita belum pernah melihat wajah Allah, tetapi kita yakin bahwa Allah itu pastilah ada. Dorongan iman dan taqwa yang membuat kita melaksanakan ibadah tersebut.

Semakin lama ibadah, bisa muncul kerinduan luar biasa terhadap Allah, Dzat yang kita cintai. Bayangkan kita bertemu dengan keluarga setelah lama tidak bersua saja, sudah merasa senang luar biasa, apalagi jika bisa bertemu dengan Allah dan melihat wajah-Nya. Tuhan yang kita sembah sepanjang hidup.

 

Kebalikan (Lagi)

Baru kali ini rasanya pakai subjudul yang mirip-mirip. Tadi di atas “kebalikan”, sekarang “kebalikan (lagi)”. Namun, memang benar kok! Pada ayat ke-29 disebutkan:

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

Dari ayat ini, orang-orang yang berdosa memang pekerjaannya adalah mengganggu orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika mereka melihat orang-orang sholeh, mereka mengolok-ngoloknya.

وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

30. Dan apabila orang-orang yang beriman berlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ

31. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

Kegembiraan di sini karena mereka merasa puas sudah mengolok-ngolok kepada orang-orang beriman.

وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ

32. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.”

Pada era sekarang ini, orang-orang yang menjadi musuh Islam memang terus akan melancarkan serangannya. Orang-orang yang berusaha untuk menjadi kekasih Allah dan pengikut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diberikan gelar-gelar yang aneh. Misalnya, celana cingkrang dikatakan celana kebanjiran. Cadar dikatakan sebagai ninja. Jenggot dibilang mirip kambing. Subhanallah. Betapa keji mulut-mulut mereka terhadap agama Allah ini. Lalu, apa balasan untuk mereka?

Kita bisa melihat dari ayat ke-34 sebagai berikut:

فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

34. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.

Kondisi yang berbeda akan terjadi pada hari kiamat atau di akhirat nanti. Ketika orang-orang beriman menikmati surga dengan penuh kepuasan, mereka balik menertawakan orang-orang kafir atau pendosa yang dulu menertawakannya di dunia. Kalau sudah begitu, jelas akan muncul penyesalan sangat besar dari orang-orang kafir dan pendosa tersebut. Sebab, mereka melihat kenikmatan surga, sementara mereka terus disiksa di dalam neraka. Naudzubillah min dzalik.

Selalu Ada Ganjarannya

Dalam Surah Al-Muthaffifin ini, memang bisa diambil ilmu bahwa setiap perbuatan manusia di dunia ini memang ada balasannya. Perbuatan baik, pastilah balasannya juga baik. Perbuatan buruk, ya, sebaliknya atau berkebalikan dengan ganjaran baik dong! Silakan pilih mulai dari sekarang! Lets go!!

Wa’allohu alam bisshowab

Sumber:
1. Ta’lim rutin yang dibawakan oleh Ust. Aidil Mudzakar, S.H (Alumnus Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab Makassar dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Wahdah Bombana) dengan tema “Tafsir Al-Qur’an” pada tanggal 23 Februari 2020 di Masjid Al-Muhajirin, Kompleks Pasar Sentral Bombana.

2. Tafsir Al-Qur’an online: https://tafsirweb.com/37342-quran-surat-al-muthaffifin.html

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here