Sholat Seperti Naik Pesawat, kok Bisa?

0
177
sholat-seperti-naik-pesawat-cover

Kiranya, pada zaman sekarang, hampir semua orang sudah pernah merasakan naik pesawat. Menempuh perjalanan yang cukup jauh jaraknya dengan burung besi itu memang jadi lebih singkat.

Apalagi jika ada promo tiket untuk tujuan tertentu dan maskapai tertentu, membuat orang makin mudah untuk naik pesawat.

Standar Keamanan

Perjalanan dengan mode ini memang berbeda dengan angkutan di darat maupun di laut. Ketika kita naik pesawat, pastilah kita sudah hafal dengan standarnya. Apalagi masih di musim corona ini, standar itu bertambah.

Pakai masker, mengatur jarak antarpenumpang, melampirkan hasil pemeriksaan rapid antibodi, bisa juga antigen, dan yang paling klasik adalah menonaktifkan telepon genggam.

Menurut persepsi yang sudah ada, sinyal dari gawai kita bisa mengganggu komunikasi antara pilot dengan menara pengawas alias ATC. Apalagi ketika fase kritis terbang landas dan mendarat.

Baca Juga: Tak Pernah Bosan

Kata Ustadz Muhammad Ikhwan Kapai, ketua DPW WI Sultra, saya masih ingat, bahwa pilot di atas langit itu seperti orang buta. Makanya, dia butuh panduan dari bawah. Entah itu ketinggian, kecepatan, maupun sampai lalu lintas antarpesawat. Jangan sampai jalurnya diganggu atau mengganggu pesawat lain.

Memang sih, kalau kita cari di Google, akan ada pesawat yang mengizinkan penumpangnya untuk menyalakan HP. Atau dengan fasilitas internet. Namun, jelas itu untuk jenis khusus. Harganya pun tentu berbeda dengan penerbangan biasa, terutama jenis ekonomi yang sering kita naiki itu. Benar ‘kan?

Lebih baik memang kita patuhi saja aturan tersebut. Mematikan HP tidaklah dalam waktu yang terlalu lama, asal perjalanan kita dalam negeri saja. Bukankah kita memikirkan keselamatan penumpang lain juga? Atau cuma memikirkan keselamatan kita sendiri?

Keadaan Lain

sepakbola

Bagi Anda pecinta tayangan sepakbola, pernahkah ada pemain bola yang membawa gawai ke lapangan? Apakah di saku mereka tersimpan sebuah HP, tiba-tiba bunyi notifikasi, dikeluarkan barang tersebut sebentar, dibalas sebentar, lalu lari lagi?

Jelas hal tersebut akan mengganggu pertandingan. Bayangkan jika menjadi kiper, dia buka HP dulu, pastilah akan mudah kebobolan.

Nah, apa yang bisa kita simpulkan dari dua keadaan tersebut? Saat naik pesawat dan ketika main sepakbola, HP sedang tidak aktif. Yang pertama adalah faktor keselamatan, yang kedua adalah agar bisa konsentrasi.

Keadaan yang Satu Ini

Kondisi yang berbeda justru kita temukan ketika sholat berjamaah di masjid. Berapa kali Anda mendengar HP berbunyi saat sedang berusaha khusyuk untuk sholat? Ada yang nada deringnya musik, nasyid, atau bahkan murottal.

Kalau dengan musik, bagi yang hafal lagunya, mungkin hatinya akan ikut bernyanyi. Nasyid, bisa membuat hati lebih nyaman, tetapi itu di luar sholat saja.

Sementara murottal menjadikan suasana sholat berjamaah jadi terasa ada dua imam. Apalagi kalau bacaan di murottal tersebut berasal dari syekh terkenal, lebih merdu daripada imam di hadapan kita. Wah, jangan sampai imam tersebut jadi minder!

Mengapa sampai terjadi demikian? Sampai HP berbunyi seperti itu justru ketika sholat? Salah satu hal yang mendasarinya adalah terlalu cinta kepada dunia! Dia mungkin sibuk dengan pekerjaannya yang luar biasa hingga tidak bisa melewatkan satupun notifikasi dari orang lain.

Atau, sebelum sholat, dia masih ingat dengan pekerjaannya yang belum selesai, maka HP tidak sempat dimatikan. Andaikan membalas chat itu tidak batal, mungkin akan dia lakukan juga sambil sholat. Subhanallah.

Bisa jadi pula, HP yang dimilikinya baru. Mungkin model terkini, yang kameranya tiga itu. Oleh karena itu, sayang sekali bagi dia untuk mematikan. Sebab, dia suka sekali dengan barang itu. Sayang sekali dengan benda tersebut.

Baca Juga: Menjadi Muslimah yang Bersemangat Menuntut Ilmu

Hal yang menyusahkan saat HP tersebut berbunyi, tetapi dibiarkan saja oleh pemiliknya. HP berbunyi di dalam kantong celana, tetapi si empunya bingung, kalau dimatikan, batal sholatnya apa tidak?

Bukankah itu menambah gerakan dalam sholat? Pada akhirnya suara tersebut berjalan sampai sholat selesai. Dan, jamaah lain pun tambah tidak berkonsentrasi dengan gerakan dan bacaan imam, jika sholat jahr.

Apakah dengan mengubah nada dering menjadi getar saja sudah cukup? Itupun belum tentu juga. Mode getar pada HP tetap bisa memunculkan suara saat HP diletakkan di atas meja kayu atau di mimbar. Getarannya membuat permukaan ikut bergetar. Jadi, tetap akan ke luar suara juga.

Solusinya yang paling tepat adalah mengubah jadi mode pesawat. Itu lebih aman jika Anda tidak mau menonaktifkan secara penuh. Pada mode pesawat, tidak ada sinyal yang masuk. Jadi, chat dari orang lain tidak akan muncul, notifikasi tidak akan berbunyi, dan setelah sholat, Anda bisa cepat membukanya kembali.

Mengapa Susah Khusyuk?

masjid

Tantangan untuk bisa sholat dengan baik di jaman now adalah khusyuk. Saya, Anda atau siapapun, pernahkah merasa dari takbiratul ihram sampai salam, khusyuk 100 %? Benar-benar hati kita terpaut dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak teringat dengan dunia sama sekali?

Cobalah kita cek ke hati masing-masing. Begitu banyak urusan kita dengan dunia, hingga terbawa sampai ke dalam sholat. Pada akhirnya, pahala yang kita dapatkan juga tidak full. Mungkin setengah, seperempat, seperdelapan, sepersepuluh atau malah tidak ada sama sekali. Naudzubillah min dzalik.

Ada sebagian orang yang melakukan sholat demi menggugurkan kewajiban saja. Melakukan sholat berjamaah di masjid dikatakan kewajiban, oleh karena itu dia datang ke masjid agar kewajiban tersebut bisa gugur.

Hal yang lebih parah lagi, merasa tidak enak jika tidak sholat berjamaah di masjid. Sudah dikenal sebagai orang yang rajin ke masjid, kok tidak ke masjid tanpa alasan syar’i? Berarti ada penyakit riya di sini.

Pernyataan menarik pernah disampaikan oleh Aa Gym, tentang susah khusyuk dalam sholat. “Katanya orang mau khusyuk itu dari awal mau sholat memang sudah mau khusyuk. Masalahnya tidak semua orang mau sholat tuh mau khusyuk, ada yang mau sholat aja,” kata Aa Gym dalam sebuah video ceramahnya diunggah ke media sosial seperti dikutip, Selasa (1/9/2020).

Dalam kondisi tenang saja, belum tentu khusyuk, ditambah dengan godaan suara dari HP, entah itu HP sendiri maupun HP orang lain. Menghadapi kondisi semacam itu, mestinya imam sebagai pemimpin jamaah menjalankan fungsinya dengan lebih baik. Bisa dengan mengingatkan jamaah untuk mematikan HP sebelum sholat. Kalau ada yang masih ngeyel, mungkin itu jamaah masbuk, atau memang kupingnya tidak mau mendengar nasihat imam!

Berapa lama sih kita sholat? Sampai sepuluh menit saja belum tentu kok. Apakah selama waktu yang pendek itu tidak bisa kita mematikan HP sama sekali? Begitu pentingkah benda elektronik tersebut, dibandingkan pertemuan dengan Allah saat sholat? Lebih penting dunia daripada Allah bagi kita yang masih sulit mematikan HP?

Secara zat, HP memang benda mati, tetapi dianggap seperti benda hidup hingga susah dimatikan. Betul?

Dan, sebagai penutup di tulisan ini, sesuai dengan judul, kita naik pesawat tentunya berharap agar bisa selamat di tujuan. Terbang landas dengan selamat, di atas langit selamat, mendarat juga selamat. Alasan seperti itu, bukankah itu alasan dunia saja? Keselamatan dunia saja. Ya ‘kan?

Sedangkan sholat tidak hanya berbicara tentang keselamatan dunia, tetapi juga akhirat. Bahkan, lebih penting akhiratnya. Sebab sholat adalah ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat. Sebagaimana dalam hadits mulia berikut ini:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Nah, apakah kita masih mau membiarkan saja HP menjadi pengganggu diri sendiri dan orang lain ketika sholat berjamaah di masjid? Jangan sampai jadinya malah dosa. Sudah sholat kurang khusyuk, ditambah dengan dosa karena mengganggu ibadah orang lain. Naudzubillah min dzalik.

Mari kita perbaiki sholat agar bisa khusyuk. Meskipun belum khusyuk secara sempurna seperti orang-orang sholeh terdahulu, tetapi setidaknya kita berusaha ke sana. Semoga Allah memudahkan langkah dan usaha kita tersebut.

Wa’allahu alam bisshawab.

Baca Juga: 13 Manfaat Minum Air Putih Untuk Kesehatan

Referensi:

  1. Muslim Okezone.com.
  2. Rumaysho.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here