Setengah Perjalanan Ramadhan, Sebuah Kepedulian dalam Kebersamaan

0
201

Beberapa hari yang lalu, Ustadz Salim A. Fillah membuat tulisan dalam sebuah banner dakwah. Kalimat beliau tersebut sangat pas dengan momen saat ini.

“Ya Rabb, telah hampir separuh jamuan Ramadhan kami reguk, tapi hawa nafsu belum mau tunduk. Jiwa belum khusyuk, merunduk, qiyam pun terkantuk-kantuk. Dosa masih terasa menumpuk, amal shalih tertatih tertekuk-tekuk, dan taqwa masih jauh di ufuk.”

Masya Allah. Dari beberapa kalimat di atas, kiranya beliau mengungkapkan kegelisahan kita. Memasuki hari atau malam ke-15 Ramadhan, separuh bulan atau perjalanan. Menurut orang yang optimis, bukan “sudah” separuh, melainkan “masih” separuh.

Apakah yang mengatakan sudah, berarti orang yang pesimis? Oh, belum tentu, karena yang mengatakan sudah, menyadari kekurangan-kekurangan yang ada dalam puasanya, ibadahnya, bahkan kadar takwanya.

Mau dicegah atau tidak, bulan Ramadhan tetap berjalan setengah. Kalau ibarat pertandingan sepakbola, melewati babak pertama. Istirahat selama 15 menit.

Pertanyaan selanjutnya, apakah permainan akan makin bagus atau justru melempem layaknya kerupuk disiram air? Apakah puasa kita setelah separuh jalan ini makin meningkat atau justru jadi tambah berat?

Sebuah perkataan yang sangat menarik dan bisa menjadi motivasi bagi yang masih semangat Ramadhan adalah dari perkataan Ibnul Jauzi rahimahullah, sebagaimana termuat dalam banner dakwah Muslimah DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara: “Jika engkau tak mampu menyambutnya dengan baik, maka semoga engkau bisa menghantar perpisahan dengan baik. Perbaikilah yang masih tersisa, semoga Allah mengampuni yang telah berlalu.”

Ketika masuk pada setengah bulan suci Ramadhan, muncullah sebuah kegembiraan tersendiri dari pemerintah, lebih tepatnya pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Bombana. Kegembiraan tersebut dibalurkan kepada para pembina dan santri Pondok Pesantren Al-Wahdah, Bombana. Lho, ada apa ini sebenarnya?

Melalui Dua Buah Surat

Kaitannya dengan perintah, lebih terasa berwibawa dan punya power lebih jika dibuat dalam bentuk surat. Terlebih surat resmi. Terlebih lagi surat resmi dari pemerintah daerah.

Sesuai dengan surat dari Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara nomor 451.13/1696 tanggal 22 April 2021, disebutkan tentang pembagian makanan dan minuman buka puasa HUT ke-57 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam rangka untuk pengimplementasian Program Prioritas Sultra Beriman, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan menyelenggarakan kegiatan pembagian ta’jil untuk anak yatim, santri, dan fakir miskin. Sasarannya adalah panti asuhan dan pondok pesantren.

Pemerintah Kabupaten Bombana menindaklanjutinya dengan surat nomor 450.13/564/Setda tanggal 23 April 2021. Ditujukan kepada seluruh OPD atau Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Bombana. Pelaksanaannya serentak pada hari Selasa (27/04).

Penyerahan makanan buka puasa dari salah satu OPD Kabupaten Bombana

Pondok pesantren Al-Wahdah Bombana mendapatkan list pertama dalam lampiran surat Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana tersebut. Pembagian makanan dan minuman buka puasa dari 14 OPD, paling banyak dibandingkan panti asuhan maupun pondok pesantren lainnya.

Adapun 14 OPD tersebut adalah: Sekretariat Daerah; Dinas Kesehatan; BKPSDM; Dinas Perindagkop; Dinas Pekerjaan Umum dan PR; Bappeda; Inspektorat; Balitbang; Dinas Pengendalian Penduduk dan KB; Dinas Perumahan; Badan Keuangan Daerah; Dinas PMD; Dinas Lingkungan Hidup; dan Dinas Ketahanan Pangan.

Setiap OPD diminta untuk memberikan masing-masing 16 dos nasi, 16 dos snack, dan 1 dos air minum. Berarti, total yang diterima oleh pondok pesantren Al-Wahdah Bombana adalah 224 dos nasi kotak, 224 dos snack, dan 16 dos air mineral. Alhamdulilah.

Kalangan ibu dari OPD Kabupaten Bombana sedang menata makanan dan minuman buka puasa untuk pondok pesantren Al-Wahdah Bombana
Tampak kesibukan beberapa santri pondok pesantren Al-Wahdah Bombana mengambil makanan dan minuman buka puasa dari pengantar

Langsung Ditinjau Oleh Sekda Kabupaten Bombana

Pada pukul 17.00 WITA, masih pada Selasa kemarin (27/04), Sekda Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si, mengunjungi langsung pondok pesantren Al-Wahdah Bombana yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah. Beliau memantau pembagian makanan buka puasa. Hal tersebut tentu saja menimbulkan kesan tersendiri dan cukup mendalam bagi kalangan pembina pondok pesantren tersebut.

“Sebenarnya ini merupakan kepedulian terhadap anak-anak kita baik yang ada di pesantren maupun yang ada di panti asuhan ini, dalam bulan Ramadhan ini, bertepatan juga dengan momen hari ulang tahun Provinsi Sulawesi Tenggara. Dan pak gubernur itu menginstruksikan kepada semua kabupaten kota untuk membagi-bagikan makanan buka puasa kepada semua anak-anak kita dari pesantren maupun panti asuhan yang ada di daerahnya masing-masing.” Tutur Man Arfa tentang program pemberian makanan buka puasa ini.

“Itu merupakan satu dari perwujudan dari visi misi pemerintah daerah, provinsi, kabupaten tentang unsur keimanan di dalamnya. Sehingga pada kesempatan ini, kita juga dari pemerintah Kabupaten Bombana ada beberapa titik hari ini, ada yang sampai Lantowua sana, ada panti asuhan, ada pesantren.” Tambah Man Arfa.

Tentang OPD yang membagikan makanan buka puasa, Man Arfa menjelaskan ada 31 OPD yang berkontribusi. “Termasuk Sekretariat Daerah di sini. Kita sudah bagi semua sesuai dengan jumlah santrinya, jumlah siswanya yang ada,” kata jenderal PNS daerah di Kabupaten Bombana tersebut.

Agar bisa menjadi feedback bagi pengelola, Man Arfa memberikan tanggapan tentang pondok pesantren Al-Wahdah Bombana sejauh ini. “Saya lihat perkembangannya sudah cukup bagus, apalagi sudah terpisah antara wanita dan pria. Ada di Poea sana, dan yang terkonsentrasi di sini adalah perempuan.”

Adapun tentang pondok pesantren Al-Wahdah Bombana putra secara khusus, Man Arfa berujar, “Di sana juga sudah bagus karena ada beberapa rumah yang dikasih untuk mereka tempati belajar. Tinggal saya lihat masjidnya, saya pernah janjikan di sana dulu untuk nyalakan lampu, ternyata tidak masuk jaringan untuk PJU di sana.”

Pejabat yang pernah mengemban amanah sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Bombana ini mengharapkan memang adanya pengembangan-pengembangan fisik untuk pondok pesantren Al-Wahdah Bombana, terutama di bagian laki-laki di Kelurahan Poea. Dan, tidak hanya beliau yang berharap, tentunya dari para ustadz, ustadzah, guru, pembina, dan tentu saja santri, punya harapan yang sama.

Harapan yang lebih besar lagi adalah kemitraan atau sinergi antara DPD Wahdah Islamiyah Bombana sebagai induk dari pondok pesantren Al-Wahdah Bombana dengan Pemerintah Kabupaten Bombana bisa terus terjaga. Sebab, dakwah membutuhkan dukungan dari pemerintah, begitu juga pemerintah daerah membutuhkan ormas seperti Wahdah Islamiyah Bombana untuk mengaplikasikan program-program keagamaan, sosial, dan pendidikan kepada masyarakat.

Sesi foto bersama dengan Drs. Man Arfa. M.Si, Sekda Kabupaten Bombana

Setelah Sekda Kabupaten Bombana meninggalkan tempat, makanan dan minuman yang diberikan, dibagi sesuai porsinya, sebab pondok pesantren Al-Wahdah Bombana ini tidak cuma di satu tempat. Terdiri juga dari santri tahfidz putra maupun putri di lokasi tersendiri.

Melibatkan para santri putra, pembagian pun dilakukan dengan diatur oleh Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bombana, Ustadz Akbar Jabba, S.PdI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here