Pondok Pesantren Al-Wahdah Bombana Siap Dikenal Secara Nasional

5
1821
pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-cover

Untuk mengenalkan sesuatu kepada masyarakat, dibutuhkan media. Baik itu media cetak maupun elektronik. Termasuk dalam hal ini adalah media sosial.

Walaupun saat ini media sosial maupun digital lebih terasa mendominasi, tetapi media televisi masih memegang peranan. Hal itu terbukti pada liputan dari TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Ahad (08/11).

Ini merupakan pengalaman pertama bagi pihak pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Wahdah Bombana, menerima 9 orang kru TVRI Stasiun Sultra.

Personil tersebut terbagi menjadi produser, pengarah acara, penulis naskah, kameramen, unit manajer dan driver atau pengemudi. Sebenarnya, dalam rangka apa kru televisi plat merah itu datang ke Bombana?

Program Nasional

Menurut Farid Rafsanjani Hatma yang menjadi bagian dari kru seksi program dan pengembangan usaha, TVRI nasional mempunyai program Pesona Indonesia dan Jejak Islam.

Program yang disebutkan terakhir ini berisi tentang konten penyebaran Islam di daerah, pondok pesantren di daerah maupun kisah wali di suatu daerah.

TVRI pusat membuat program tersebut melibatkan TVRI daerah. “TVRI daerah yang dilibatkan mulai dari Aceh sampai Papua.” Kata Farid.

Sebagai produser dan sutradara di bidang program, Farid ingin membuat program Jejak Islam dengan mengangkat profil Ponpes Al-Wahdah Bombana.

pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-8
Wawancara dengan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bombana, Ustadz Akbar, S.PdI.

Dalam kunjungan selama kurang lebih dua jam lebih, Farid mengambil gambar kegiatan di ponpes putri maupun putra.

pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-5
Rombongan Santri Putri/Akhwat.

Ketika berada di ponpes putri yang terletak di Kelurahan Lauru, dekat jembatan yang sering dikenal masyarakat berada di lorong Depag, Farid dan kru yang ada meliput ceramah oleh santri.

Ceramah tersebut dilakukan di dalam Masjid An-Nur. Tampak dalam gambar, seorang santri memberikan materi ceramah dan para santri lainnya duduk menyimak. Tidak lupa, protokol kesehatan diterapkan dengan memakai cadar dan menjaga jarak.

pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-1
Meskipun Berbeda Latar Belakang, Tetapi Diikat oleh Kebersamaan dalam Ponpes Al-Wahdah Bombana.
pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-2
Seorang Santri Putri/Akhwat Sedang Memberikan Ta’lim Terbatasnya.
pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-3
Penerapan Protokol Kesehatan Santri Putri/Akhwat di Masjid An-Nur, Kompleks Ponpes Al-Wahdah Bombana.

Dari Putri ke Putra

Liputan pertama berada di ponpes putri, selanjutnya ke pondok putra di Kelurahan Poea, sama-sama di Kecamatan Rumbia Tengah.

Terakhir di pondok tahfidz yang berada di Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara.

Kegiatan santri diamati Farid dan para kru yang sedianya akan datang lebih banyak, bukan cuma 9 orang. “Harusnya datang 14 orang. Tapi ada yang kurang sehat. Demi menjaga protokol kesehatan.”

pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-7
Kedatangan 9 Orang Kru TVRI Stasiun Sultra di Ponpes Putra/Ikhwah Al-Wahdah Bombana.

Farid dan kru mengamati bahwa suasana kegiatan di ponpes putra lebih banyak daripada di ponpes putri. Ada kegiatan percakapan dalam bahasa Arab yang tampak dalam gambar berikut:

pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-4
Praktek Percakapan Bahasa Arab.

Santri putra selain mengikuti kultum dari sesama santri, juga melakukan olahraga sepakbola, sepak takraw, dan lari. Untuk melihat suasana dari atas, diluncurkan drone, sebagaimana di ponpes putri.

Untuk menggali informasi lebih dalam tentang pondok putra, maka kru Farid mewawancarai Ustadz Aidil Musakar, SH, pimpinan pondok.

Kesan Terhadap Ponpes Al-Wahdah Bombana

Meskipun berkunjung dalam waktu yang singkat, tetapi menimbulkan kesan tersendiri bagi Farid.

“Ada kisah haru di ponpes Al-Wahdah Bombana ini. Orang tua menjenguk anak perempuannya yang menjadi santri. 3-4 bulan tidak bertemu anaknya.” Ujar Farid.

Farid memberikan apresiasi kepada orang tua yang seperti itu. “Mengikhlaskan anaknya bisa menempuh sekolah pendidikan agama Islam, itu Masya Allah. Di sinilah ujian bagi orang tua itu sendiri.”

Saat ditanya tentang masukan untuk Ponpes Al-Wahdah Bombana, Farid menjawab tidak ada. Namun, Farid memberikan tanggapan untuk pemerintah dan masyarakat Bombana.

“Di sini ditempuh pendidikan yang baik, pemerintah dan masyarakat bisa menyalurkan bantuan kepada Ponpes Al-Wahdah Bombana.”

Antara pondok putri dengan putra memang berbeda. Farid membandingkan bahwa di pondok putri bangunan baru, sedangkan di pondok putra berbeda.

Hasil liputan dari TVRI Stasiun Sultra ini bisa disaksikan di TVRI nasional pada tanggal 24 November 2020, pukul 04.00 WIB atau 05.00 WITA. Jangan sampai ketinggalan!

pondok-pesantren-al-wahdah-bombana-6
Sesi Foto Bersama Antara Kru TVRI Stasiun Sultra dengan Pengurus dan Pembina Ponpes Al-Wahdah Bombana.

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here