Pembukaan Mukerda IX DPD Wahdah Islamiyah Bombana Secara Virtual

0
383
Mukerda-gambar-1

Untuk pertama kalinya, di awal tahun 2021 ini, DPD Wahdah Islamiyah (WI) Bombana menyelenggarakan acara Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) IX secara virtual. Hal itu dilakukan karena masih dalam suasana pandemi corona atau covid-19. Sedangkan media yang dipakai adalah Zoom.

Mukerda juga diikuti oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Poleang, DPC Kabaena, DPC Kabaena Timur, Muslimah Wahdah Cabang (MWC) Poleang, MWC Kabaena, MWC Kabaena Timur. Ditambah dengan Ketua Departemen Dakwah dan Kaderisasi dari DPC dan MWC.

Acara yang direncanakan selama dua hari ini, dibuka secara resmi pada hari Sabtu, (30/01) pada pukul 20.50 WITA. Sebagai pembawa acara atau MC adalah Ustadz Jamaaludin yang juga merupakan ketua panitia Mukerda IX.

Pada awal acara pembukaan, setelah membaca Basmalah oleh MC, dilantunkan ayat suci Al-Qur’an oleh Andi Furqon, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Alaudin, Makassar. Mahasiswa kelahiran Kendari dan berdomisili di Bombana ini membaca Surah Asy-Syura dari ayat 36 sampai 44.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bombana, Ustadz Akbar Jabba, S. PdI, memberikan sambutan dengan mengutarakan harapannya agar dalam Mukerda IX ini bisa menetapkan keputusan-keputusan yang bermanfaat.

Mukerda-gambar-2

“Meskipun kondisinya masih belum maksimal, musyawarah ini tetap berlangsung. Kita tidak perlu lagi dijelaskan tentang keutamaan musyawarah. Sebab, musyawarah ini adalah perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta`ala seperti ayat yang tadi dibaca,” ujar Ustadz Akbar Jabba.

Mukerda IX sebagai rencana program DPD WI Bombana untuk satu tahun ke depan. “Musyawarah ini bila dijalankan bersama akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta`ala karena ini merupakan ibadah,” tambah Ustadz Akbar.

Pendamping dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara, Ustadz Hamzah Yamang, SH, juga memberikan sambutan. “Kita ini sedang berjihad dengan hujjah. Segala aktivitas kita hendaknya dimulai dari musyawarah. Dan, ini sangat terasa dalam lembaga kita.”

Ustadz yang menangani pembinaan da’i ini menambahkan, “Ada hikmah dalam musyawarah, bahkan ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam masih hidup. Hikmahnya adalah setelah beliau wafat, musyawarah berguna untuk menemukan kebenaran.”

Mukerda-gambar-3

“Orang yang paling banyak bermusyawarah, maka dia menghidupkan sunnah Rasulullah Shallalallahu ‘Alaihi Wasallam. Suatu lembaga yang bagus adalah yang di dalamnya dilakukan banyak musyawarah.” kata Ustadz Hamzah sebagai motivasi kepada peserta Mukerda.

Setelah memberikan sambutan sekaligus beberapa pengantar terhadap rencana kegiatan dari DPW WI Sultra, Ustadz Hamzah membuka Mukerda IX secara resmi. Kegiatan selanjutnya adalah pembahasan tata tertib musyawarah serta rangkaian acara lainnya sampai dengan berakhir Mukerda IX ini pada hari Ahad (31/01).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here