Ikatan Cinta

0
50
ikatan-cinta-cover

Menurut ilmu yang kita pelajari di sekolah dahulu, manusia termasuk makhluk sosial. Artinya makhluk yang selalu membutuhkan manusia yang lain. Meski pada akhirnya, di perguruan tinggi memilih bukan jurusan sosial, toh tetap dinamakan makhluk sosial.

Memang seperti itulah adanya. Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Contohnya, dari baju yang kita pakai. Mulai dari menanam kapasnya, memanen, mendistribusikan. Berikutnya adalah yang menjadikannya kain, membuat pola, menjahit, hingga memajangnya di toko pakaian.

Kita membeli dengan uang, juga butuh kendaraan untuk ke sana. Termasuk saat membeli online, butuh perangkat internet. Diantar ke depan rumah kita melalui kurir. Semuanya akan sangat sulit untuk kita penuhi sendiri. Makanya itu, mesti saling menghargai di antara orang. Setiap orang menempati posisinya masing-masing.

Dari yang Awalnya Ikatan Sosial

Ikatan sosial menjadi ikatan cinta. Ini lebih khusus lagi. Walaupun kita memang mencintai saudara kita sebagai sesama muslim, tetapi ada yang lebih spesifik. Ikatan cinta seperti ini dikenal dengan ikatan pernikahan. Tidak ada obat yang lebih manjur bagi kedua orang yang jatuh cinta selain menikah.

Baca Juga: Cinta Pertama dan Terakhir Bersamamu

Namun, seiring berjalan waktu, ikatan cinta tersebut bisa putus di tengah jalan. Kita mengenalnya dengan talak atau cerai. Apakah cerai itu selalu buruk? Oh, belum tentu! Selama cerai itu adalah sebuah solusi dari rumah tangga yang bisa jadi selalu penuh dengan masalah, selalu ada kedzoliman di sana-sini, suami tidak menunaikan kewajiban, istri sudah tidak mendapatkan haknya, maka kemungkinan besar cerai adalah solusi yang bisa ditempuh.

Ikatan cinta pun menjadi putus setelah bercerai. Namun, tidak dengan ikatan cinta antara orang tua dengan anaknya. Sebab, di antara keduanya ada ikatan darah. Anak lahir dari darah daging orang tua. Dilihat dari asalnya, bibit anak ke luar melewati tempat kencing ayahnya. Saat lahir, ke luar pun dari tempat kencing ibunya. Ke mana-mana membawa kotoran. Jadi, begitulah hakikat manusia. Apa yang mau disombongkan kalau begitu?

Orang yang bisa menjaga ikatan cintanya tetap utuh, semoga Allah selalu menjaganya pula. Sebab, tantangan di masa sekarang sangatlah berat. Suami mendapatkan godaan di luar, begitupun istri mendapatkan godaan dari dalam. Suami dari pandangan di jalan-jalan misalnya, sedangkan istri yang di rumah saja tergoda dari gawainya.

Jika sampai ada masalah atau cekcok karena suatu hal, suami yang bijak akan punya solusi saat ditantang oleh istrinya, “Kembalikan aku ke rumah orang tuaku!”

Menghadapi hal itu, suami bisa mengatakan, “Kamu kembali ke rumah orang tuamu, sedangkan aku kembali ke rumah mertuaku!”

Bentuk yang Lain

ikatan-cinta-1

Ikatan cinta pada bentuk yang lain bisa dilihat dari perkara dunia. Contohnya, orang yang punya ikatan cinta dengan harta-hartanya. Bagi orang ini, mempunyai harta adalah segala-galanya.

Bentuk lebih jelasnya, bisa dengan memamerkannya ke orang lain. Misalnya: membuat video saat belanja di mal. Beli sepatu 40 juta, tas 100 juta, aksesoris lima juta, bahkan sampai beli atau rumah mobil harga milyaran. Harga sejumlah itu dikatakan pula, “Murah banget!”

Pada akhirnya, karena tujuannya adalah harta dan punya ikatan cinta dengannya, maka dilakukan dengan segala cara. Seperti yang pernah dikatakan oleh KH. Zainuddin MZ, rahimahullah, orang yang seperti itu mirip katak. Injak bawah, sikut kiri kanan, jilat atas.

Orang dengan penghasilan sangat besar, tidak menjamin akan puas dengan harta yang dimilikinya. Bisa jadi, dia akan menempuh cara lain agar hartanya makin banyak dan makin banyak. Tidak pernah ada puasnya.

Baca Juga: Beberapa Hal yang Menjadi Ujung Akhir, Kembali Lagi ke Awal!

Begitu juga aspek dunia yang lain. Dari segi hiburan contohnya. Masih cukup banyak kita temukan laki-laki dewasa yang punya ikatan cinta kuat dengan game online. Berjam-jam berhadapan dengan gawai atau gadget sampai lupa waktu. Dari pagi ke siang. Lanjut sore ke malam, hingga subuh menjelang.

Padahal, usia sudah dewasa. Bukan lagi anak kecil. Tapi, masih sangat suka dengan permainan semacam itu.

Sebaliknya, pada diri perempuan, terutama yang sudah menikah. Kita sering menyebutnya dengan emak-emak. Mereka bisa punya ikatan cinta yang kuat dengan sinetron, bahkan judulnya pun itu. Berjam-jam bisa dihabiskan untuk menikmati tayangan yang ceritanya tidak jelas awal dan ujungnya tersebut. Bahkan, menunggu sebelum tayang. Pada akhirnya, yang lain jadi terlalaikan.

Apalagi jika satu keluarga itu klop alias kompak. Bapaknya main game online, ibunya nonton sinetron di TV atau malah drama korea di internet, sedangkan anaknya juga menggunakan internet dalam bentuk lain pula. Sama sekali tidak ada interaksi atau sekadar baku bicara. Semuanya larut dalam ikatan cintanya masing-masing.

Yang Sebenarnya

Seorang muslim yang benar, memang lebih mendahulukan ikatan cintanya dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita bisa melihat contohnya dari ikatan cinta yang indah ini. Waktu sepertiga malam. Pada waktu itu, masih banyak orang terlelap dalam tidurnya. Apalagi bagi yang begadang, wah, pasti akan susah sekali bangun.

Akan tetapi, orang-orang yang punya ikatan cinta kuat dengan Allah, akan tetap terbangun juga. Bahkan, tanpa alarm di HP, secara otomatis, tubuh mereka bangkit dari tempat tidur yang mungkin empuk dan menggemaskan itu, untuk melakukan sholat malam.

Begitu juga sholat Subuh berjamaah di masjid. Ini juga berat. Apalagi jika ditambah dengan cuaca dingin, bisa menambah kekhusyukan dalam nyenyak tidur.

Namun, tidak bagi mereka yang sekali lagi, punya ikatan cinta dengan Allah. Akan mengesampingkan rasa malasnya, rasa ogah-ogahannya, demi beribadah dengan tujuan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kesimpulan

Ada berbagai macam ikatan cinta di dunia ini. Ikatan cinta ada yang bisa hilang dengan mudahnya, ada yang akan tetap terus ada dan abadi. Lalu, ikatan mana yang akan Anda pilih? Cukup dijawab dalam hati. Semoga itu menjadi pilihan yang terbaik bagi Anda.

Waallahu ‘alam bisshawab.

Referensi:

  1. https://wahdah.or.id/keutamaan-shalat-malam-atau-shalat-tahajud/
  2. https://muslimah.or.id/553-cinta-sejati-dalam-islam.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here