Dalam Amal, Jangan Terlena Quick Count, Fokus Kepada Real Count

0
202

Tahapan rekapitulasi penghitungan suara masih terus berjalan dalam jajaran penyelenggara Pemilu, tetapi tidak akan dibahas di sini. Meskipun demikian, ada fenomena yang sudah muncul sejak lama, yaitu: Quick Count dan Real Count. Anda bisa melihat arti dari Quick Count DI SINI. Sedangkan Real Count adalah hasil penghitungan yang sebenarnya dari penyelenggara Pemilu. Kali ini kita bahas tentang dua hal tersebut dalam amal ibadah.

Sudah Merasa?

Terlihat Berbunga Indah, Tetapi Sebenarnya Rapuh
Persoalan amal ibadah itu memang termasuk perkara yang gaib. Pahala dan dosa itu seperti apa sih? Ada yang sudah pernah melihatnya? Bentuknya bagaimana, warnanya apa, harum atau tidak? Kalau pahala harum, apakah melebihi minyak dengan merek Malaikat Subuh? Jika dosa baunya busuk, apakah lebih buruk daripada bau sampah yang lama tersimpan? Wa’allohu alam. Yang jelas, pahala pasti karena kebaikan dan dosa karena keburukan.

Ustadz Adi Hidayat pernah mengatakan bahwa syarat untuk bisa masuk surga itu adalah dengan pahala. Sedangkan syarat untuk masuk neraka itu adalah dosa. Keduanya sudah paten sebagai syarat dan tidak akan mungkin terbalik. Orang yang berdosa banyak, bisa jadi nantinya akan dimasukkan ke dalam surga. Tentunya, setelah dosa-dosanya dibersihkan di dalam neraka. Sampai hilang dan tidak berwujud sama sekali. Putih bersih.

Dalam kehidupan dunia ini, perkara amal yang termasuk urusan hati itu adalah yang paling berat. Dalam beribadah, kita harus ikhlas. Tapi, apakah kita sudah merasa ikhlas? Apakah sama sekali tidak ada riya? Ini kan susah tolok ukurnya. Sementara untuk bisa meraih ikhlas itu sangat sulit. Seandainya ada orang yang sudah merasa ikhlas dalam amalnya, maka ikhlasnya itu yang dipertanyakan. Jangan-jangan dia cuma mengklaim saja?

Namun, sebagian orang, sudah merasa bahwa banyak amal ibadahnya. Dia sudah merasa banyak sholat berjamaah di masjid, sudah berpenampilan sunnah, rajin membaca Al-Qur’an, bersedekah dan lain sebagainya. Terlihat sholeh sekali di depan manusia, meskipun namanya sendiri bukan Sholeh. Dan, orang-orang pun mengakuinya. Orang tersebut tampak dekat dan takut sekali kepada Allah. Sedangkan yang sebenarnya? Hem dan hem…

Jebakan Maut

Tanpa Terduga, Bisa Kena Jebakan dan Jelas Sakit!
Jika ada orang yang sudah merasa amalnya banyak, hey, dievaluasi dong! Syarat amal diterima itu adalah ikhlas dan sesuai dengan petunjuk dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Jangan sampai, dia sudah ke luar banyak biaya, tenaga, waktu dan pengorbanan lain untuk melakukan ibadah itu, tetapi ujung-ujungnya hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh nabi dan para sahabatnya. Lah, kalau begitu, itu namanya jelas jebakan maut! Lebih berbahaya daripada jebakan Batman yang sering diungkapkan sebagian orang itu. Kan berabe kalau begitu!

Tidak hanya itu, orang yang terpaku kepada quick count amal-amalnya juga berbahaya. Dalam perenungannya, mungkin di malam hari, saat sepi, hitungan amalnya sudah dikatakan banyak. Bahkan ada orang yang mengaku sudah cukup bekalnya untuk masuk ke dalam surga. Subhanallah… Sementara para sahabat nabi saja masih merasa takut seandainya tidak bisa masuk surga, kok. Ini ada orang, sahabat bukan, tabiin bukan, pokoknya manusia biasa saja, tetapi sudah ujub dengan amalnya. Jangan sampai kita tertipu dengan amal sendiri!

Fokus Tujuan Akhir

Fokus Itu Ibarat Jalan Lurus, Menuju Titik Tertentu
Marilah kita fokus kepada real count. Kapan dan di mana itu? Tentunya di akhirat nanti. Karena saat itu, tidak ada amal, cuma ada hisab. Sekarang waktunya beramal, tidak ada hisab. Ketika semua amal kita dihitung, diverifikasi, dikonfirmasi dan diumumkan hasilnya, barulah kita tahu nasib selanjutnya. Ke mana tempat setelah itu? Real count di sini jauh lebih menegangkan daripada hasil Pemilu kita. Dan jelas, jauh lebih berat, berbahaya dan betul-betul tidak bisa dibandingkan dengan apapun. 
Pada bulan Ramadhan ini, yuk, kita jangan terus silau dengan quick count seakan-akan kita adalah orang yang paling sholeh. Marilah kita jadi orang yang zuhud. Selalu merasa kurang dan kurang dengan amal-amal kita. Tidak lupa, melihat orang lain jauh lebih mulia daripada kita. Lihat anak kecil, ah, dia masih belum ada dosanya. Lihat orang yang lebih tua, amalnya sudah lebih banyak dibandingkan kita. Lihat lawan jenis, temui orang tuanya dan nikahilah. Jelas, kalimat terakhir ini tampak tidak ada kaitannya. 😊
Quick count dan real count, dua hal yang akan terus membayangi kita. Hitung-hitungan kita bisa jadi akan jauh berbeda dengan di akhirat nanti. Oleh karena itu, yuk, kita berdoa kepada Allah, agar tetap bisa istiqomah, dimudahkan jalan-jalan kita untuk beramal sholeh dan nantinya setelah real count selesai, nasib kita akan beruntung dengan masuk ke dalam surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin
Selamat berpuasa bagi Anda semua!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here