Antara Batu dan Kaos Tangan (Peletakan Batu Pertama Pusat Dakwah dan Pondok Tahfidz)

0
360

Sebenarnya ada hubungan apa sih antara batu dan kaos tangan? Untuk lebih jelasnya, silakan baca tulisan berikut ini.

Kalau melihat dari keduanya, jelas termasuk benda mati. Namun, dua benda mati ini dipakai oleh makhluk hidup, yaitu: kita sendiri.

Batu, wujudnya yang keras, dipakai untuk hal-hal yang keras pula. Contoh mudahnya adalah untuk membangun rumah. Adakah rumah yang tidak butuh batu? Oh, ada. Namanya rumah papan, terbuat dari kayu. Ada pula rumah bambu, yang dari nama sudah terlihat bahan pembuatnya.

Selain untuk rumah, batu juga dipakai untuk jalan. Kita tahu, tanah di Bombana ini bisa lembek jika terkena air hujan terus-menerus. Akibatnya jadi becek, mungkin akan susah dilalui oleh tukang ojek.

Batu akan membuat langkah kita lebih nyaman. Tinggal kita injak batu, akan menghindarkan diri dari kebecekan tersebut.

Mengenai batu ini lagi, rupanya menjadi senjata yang mengerikan di akhirat nanti. Tepatnya jika ada hamba Allah yang masuk neraka. Mungkin kita masih ingat perkataan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Mengapa batu menjadi salah satu bahan bakar dari api neraka? Ada perkataan ulama bahwa batu itu ketika terbakar, maka sifatnya akan menempel. Nah, batu api neraka akan menempel di kulit-kulit para penghuninya. Kalau sudah menempel, akan sangat susah untuk dilepaskan. Naudzubillah min dzalik. Memang tidak ada hal yang menyenangkan jika sudah membahas neraka.

Bagaimana dengan Kaos Tangan?

Saya menyebutnya dengan kaos tangan karena bahannya lebih pas seperti kaos. Ada juga yang menamakannya dengan sarung tangan. Namun, sepertinya belum pernah ada sarung yang untuk sholat dan selimut ketika ronda itu, diubah menjadi sarung tangan.

Nah, kaos tangan memang bisa melindungi bagian tubuh yang menjadi titik fokus selama era pandemi ini. Protokol kesehatan, salah satunya adalah rajin-rajin mencuci tangan. Namun, untuk tenaga kesehatan, kaos tangannya bukan berbahan seperti kaos, melainkan bahan khusus.

Antara batu dan kaos tangan, rupanya bisa diulas bersama dalam tulisan ini. Lalu, apakah keduanya bisa disatukan?

Momen Langkah Awal

Batu dan kaos tangan rupanya hendak disatukan dengan cukup mesra dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pusat dakwah Wahdah Islamiyah Bombana dan pondok tahfidz pada hari ini, Rabu (24/03), dimulai pukul 10.00 WITA. Menurut rencana dari panitia, yang akan memegang pertama kalinya adalah tokoh paling penting atau orang nomor satu di Wonua Bombana ini. Beliau adalah Bupati Bombana, H. Tafdil, SE, MM.

H. Tafdil memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Wahdah Islamiyah Bombana. “Saya kenal Wahdah Islamiyah ini sudah lama dan sering ketemu. Hal yang dilakukan Wahdah Islamiyah ini bermanfaat untuk anak-anak kita di Bombana.”

Bupati Bombana, H. Tafdil, SE, MM, menyampaikan sambutan

Berharap mencapai tujuan yang penting dari kehidupan, H. Tafdil menjelaskan, “Mengharapkan daerah kita ini berkah, dengan cara seperti ini, mendukung pondok tahfidz. Meskipun kita ini bukan penghafal Al-Qur’an, tetapi kita mendukung. Allah pasti tahu, lah. Allah yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui.”

Dan, Inilah Saatnya!

Menu utama, akan lebih nikmat jika ada menu-menu pengantarnya. Seperti hal penting yang dikemukakan oleh Bupati Bombana, disampaikan juga sambutan dari La Nuzuru, S. Ag, pejabat dari Kementerian Agama Kabupaten Bombana. “Pondok pesantren memang berbeda-beda dalam metodenya. Perkembangan ponpes ini memang pesat. Pondok pesantren juga menghasilkan generasi penghafal Al-Qur’an.” Ujar La Nuzuru, S. Ag.

Sambutan dari pejabat yang mewakili kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, La Nuzuru, S. Ag

Sedangkan, ketua DPD Wahdah Islamiyah Bombana, Ustadz Akbar Jabba, S. PdI juga memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi kedatangan Bupati Bombana ke tempat tersebut, di kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia.

“Ke depan pondok tahfidz ini dikhususkan untuk anak-anak yatim dan dhuafa karena Alhamdulillah sudah ada donatur-donatur yang siap.”

Ustadz Akbar mencontohkan amalan jihad. Tidak semuanya bisa pergi berjihad, tetapi orang yang membantu persiapannya, maka dia juga akan mendapatkan pahala. “Para ulama mengatakan, tidak hanya untuk jihad, tetapi juga untuk semua amal kebaikan. Terutama jika kita bisa membantu dalam dana misalnya.”

Puncak acara ini adalah peletakan batu pertama, menandai awal pembangunan pusat dakwah Wahdah Islamiyah Bombana, sekaligus pondok tahfidznya. Saat disodorkan kaos tangan oleh seorang panitia, H. Tafdil melambaikan tangannya. Menolak memakai kaos tangan tersebut. H. Tafdil mengatakan, “Biarlah langsung tangan saya yang memegang batu, agar pahalanya tidak terhalangi oleh kaos tangan.”

Masya Allah. Panitia tersebut merasa takjub, lalu menceritakan kepada panitia yang lain. Meskipun setelah meletakkan batu pertama, H. Tafdil membersihkan tangan, tetapi masih menyisakan kesan yang mendalam bagi para panitia acara tersebut.

Dari tadi membahas hubungan antara batu dan kaos tangan, ternyata sampai di sini, tidak bisa dihubungkan, karena keduanya tidak bisa disatukan dalam satu irama dan napas pada peletakan batu pertama ini. Batu justru menjalin kebersamaannya langsung dengan tangan Bupati Bombana yang sudah meluangkan waktu untuk ikut menanamkan investasinya di akhirat kelak, Insya Allah.

Kesimpulan

Menarik kesimpulan memang bisa berbeda tiap-tiap orang, terlebih setelah membaca tulisan ini. Namun, sejatinya tiap sesuatu itu mempunyai dua sisi. Batu juga punya dua sisi. Satu batu yang di akhirat nanti dipakai untuk bahan bakar neraka, satu lagi batu yang bisa mengantarkan ke surga. Apakah di surga tidak ada batu? Oh, tentunya ada, namun kualitas dan kuantitasnya jauh lebih indah, indah, dan indah.

Batu yang masih ada di dunia sebagai pijakan kita untuk meraih pahala yang sangat besar di hari kiamat nanti. Mendukung agama ini, salah satunya dengan mendukung pembangunan pondok tahfidz dan pusat dakwah Wahdah Islamiyah Bombana, memberikan batu-batu yang semakin banyak. Caranya bagaimana?

Secara real atau nyatanya adalah bergabung dengan para donatur lain yang Insya Allah dengan tulus ikhlas memberikan sebagian hartanya. Lokasi peletakan batu pertama adalah wakaf dari pembina sekaligus orang tua yang sudah cukup lama mengayomi Wahdah Islamiyah Bombana, yaitu: Pajawa Tarika.

Alhamdulillah, acara tadi juga mendapatkan infaq dari Kapolres Bombana, AKBP Dandy Ario Yustiawan, S.I.K sebesar Rp5.000.000,00.

Tertarik ingin berdonasi juga? Anda pun bisa seperti mereka dengan cara yang luar biasa mudah, silakan masuk ke link berikut ini.

Agar lebih mantap lagi, buanglah atau singkirkan kaos tangan Anda. Kita berdonasi langsung saja melalui tangan-tangan kita, kulit-kulit kita ini. Ibaratnya H. Tafdil sudah meletakkan batu pertama, kita juga meletakkan donasi-donasi terbaik kita agar batu-batu itu semakin tersusun rapi dan megah nantinya.

Batu memang keras, sarung tangan memang lembek. Tanpa keduanya pun bisa menjadi kenikmatan yang sangat nikmat. Terbukti, rezeki para panitia yang disajikan kue-kue lembut, manis, menggiurkan di mata, dan menggoda di lidah. Bahkan ada juga yang mengatakan itu adalah peletakan kue pertama. Maksudnya di piring yang tersedia.

Mengangkat kue yang nikmat terasa itu dengan tangan langsung sekaligus menjadi bukti bahwa kebersamaan dalam perjuangan dakwah sangatlah indah. Alhamdulillah.

Referensi: Konsultasisyariah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here