Tembus 100.000, Grand Opening Muktamar Wahdah Islamiyah Makin Menggebu

0
314

Biasanya, ada sebuah standar nilai yang erat kaitannya dengan penghasilan, baik itu dalam dunia kerja maupun bisnis. Standar itu bisa dimulai dari uang senilai Rp100.000,00.

Sebagian orang bisa mendapatkan lebih dari Rp100.000,00, ada pula yang tidak. Uang dengan jumlah tersebut juga punya dua persepsi. Bisa dianggap besar, bisa pula dianggap kecil.

Kita mungkin tahu bahwa uang Rp100.000,00 akan terasa besar ketika dimasukkan ke dalam kotak infaq.

“Wah, kok mau infaq 100 ribu sih? Gedhe banget! Ini aja deh, lima ribu aja!”

Begitu mungkin? Uang untuk infaq dipilih yang kecil atau ujungnya saja. Padahal sedekah itu tidak akan mengurangi harta, tetapi justru akan menambahnya. Lebih banyak, lebih berkah.

Sebaliknya, uang Rp100.000,00 terasa amat kecil nilainya ketika dipakai belanja di mall. Tanpa sadar, banyak orang yang menghabiskan sampai Rp500.000,00 atau sejuta, atau bahkan dua juta rupiah.

Bagaimana dengan yang Ini?

Itu tadi kalau bicara tentang uang, lalu bagaimana jika itu menyangkut jumlah orang? Apalagi jika dikumpulkan dalam satu acara yang sangat besar. Bayangkan mengumpulkan 100.000 orang dalam satu tempat dan waktu, mungkin itu cuma bisa dilakukan di dalam stadion. Atau di lapangan yang sangat luas.

Namun, kondisi pandemi justru mendatangkan nilai positif. Ini jelas bukan positif kena covid, bukan itu. Positif di sini adalah makna yang baik dan bagus dibalik kondisi yang tidak menyenangkan karena sebaran virus tersebut. Tidak lain, tidak bukan, adalah penerapan teknologi yang bisa menghadirkan 100.000 orang dari berbagai penjuru mata angin!

Wahdah Islamiyah (WI), sebagai organisasi massa (ormas) Islam pertama lahir di Indonesia Timur, membuktikan hal tersebut. Pada hari ini, Ahad (19/12/2021), WI mengadakan Grand Opening Muktamar (GOM). Acara tersebut dalam rangka menyambut Muktamar IV Wahdah Islamiyah. Mengusung tema yang sangat menasional, yaitu: Bakti dan Setia untuk Indonesia Tercinta.

GOM dilaksanakan lebih banyak secara online. Untuk wilayah Kabupaten Bombana, dilaksanakan nonton bareng (nobar) di dua tempat. Bagi akhwat atau muslimah di Masjid An-Nur, kompleks pondok pesantren putri Al-Wahdah Bombana di Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah.

Sementara yang laki-laki atau muslimin di Masjid Darul Ilmi, kompleks pesantren putra Al-Wahdah Bombana di Kelurahan Poea, juga di Kecamatan Rumbia Tengah. Semuanya dimulai sekitar pukul 07.30 WITA.

Dari hitungan nasional, angka 100.000 orang pendaftar GOM WI rupanya jebol juga! Sebab, mencapai 120 ribu hingga 160 ribu. Jumlah yang amat fantastis untuk sebuah ormas Islam. Hal itu menandakan bahwa WI termasuk organisasi yang diperhitungkan di negara Indonesia tercinta ini.

Ditambah Ini Juga

Tidak hanya itu yang membuat GOM makin mencengangkan. Tokoh-tokoh yang hadir adalah orang yang terkenal dan menduduki posisi penting di negara ini. Sebut saja Wakil Presiden RI, H. Ma’ruf Amin. Begitu pula dua menteri dihadirkan langsung sesuai dengan pamflet, yaitu: Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ditambah dengan Mahfud MD, sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Masih ada da’i muda yang ceramahnya begitu digandrungi karena disajikan dengan lembut, mengalir, dan mudah dicerna. Beliau adalah Ustadz Adi Hidayat. Arie K. Untung, sebagai artis yang memutuskan untuk berhijrah ikut ambil bagian dalam acara GOM ini sebagai host. Dan, Ustadz Ibrahim El-Haq sebagai qari.

Mahfud MD memuji sepak terjang WI. “Umat Islam dahulu ikut memerdekakan negara Indonesia. Wahdah Islamiyah itu ideologinya sangat Indonesialis.”

Tentang karakter masyarakat, beliau menyebutkan, “Orang Indonesia itu lebih tahan miskin daripada tahan kaya. Kalau miskin, dia akan berusaha untuk maju. Sedangkan jika sudah kaya, justru malah korupsi.”

Menyinggung tentang ideologi-ideologi yang termasuk tidak tepat di negara ini, Mahfud MD mengatakan, “Wahdah Islamiyah memiliki banyak pesantren dan pesantren-pesantren itu adalah aset bangsa. Untuk membangun bangsa, mari kita dalami Al-Qur’an. Tapi jangan dibandingkan antara agama dengan konstitusi. Misalnya membandingkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan Presiden Jokowi. Ya, jelas lebih baik Rasulullah karena Presiden Jokowi pun mengikuti ajaran Rasulullah.”

“Misalnya pula membandingkan antara lambang burung garuda Pancasila dengan berhala yang sering disembah. Itu sudah jelas jauh berbeda.” Tambah Mahfud.

Sedangkan pembahasan tentang negara, Mahfud berujar, “Bagi umat Islam, memiliki negara itu wajib agar bisa melindungi ibadah kita. Contohnya: orang Palestina yang susah untuk melaksanakan ibadah karena dijajah terus.”

Terakhir, menteri lulusan ilmu hukum ini memberikan nasihat kepada seluruh peserta GOM agar memperhatikan sumber dalam mendapatkan ilmu agama. “Jangan belajar Islam cuma dari mbah Google, ustadz medsos, dan syekh YouTube.”

Pidato Ketua Umum WI

Ustadz Zaitun Rasmin memberikan pidato pengarahan kepada para kader dan simpatisan WI. Beliau mengungkapkan kekaguman terhadap media yang dipakai GOM ini. “Melalui Zoom, dalam waktu singkat bisa menembus batas geografi.”

Untuk memotivasi para penggerak ormas WI, Ustadz Zaitun mengatakan, “Kita harus senantiasa optimis. Sebab, badai akan berlalu, cahaya fajar akan menyingsing. Masalah akan selesai dan masyarakat akan lebih baik. Ini keyakinan tidak hanya dalam hati, tetapi aktivitas yang nyata.”

Pembukaan GOM WI oleh Wapres RI

H. Ma’ruf Amin sudah lama mengenal Ustadz Zaitun saat di MUI. Begitu pula sampai dengan sekarang sebagai Dewan Pengarah MUI. Kata Ma’ruf Amin dalam sambutannya, “Indonesia adalah negara kesepakatan. Antara agama dan negara sudah selesai sejak terbentuknya negara. Umat ini harus dikuatkan, daripada kita berdebat. Di sini dikuatkan dari aqidah-aqidah yang salah.”

Penguatan terhadap masyarakat juga dari segi pendidikan dan ekonomi kata Ma’ruf Amin. “Hal itu dilakukan agar umat ini tidak menjadi beban bagi negara.”

Wapres yang sudah berusia lebih dari 70 tahun ini memberikan dukungan dan pujian kepada WI, “Saya bangga kepada Wahdah Islamiyah karena mendukung persatuan Islam. Memberi warna baru bagi negara ini bukan dengan cara yang keras atau memaksa. Saya berharap Wahdah Islamiyah bisa terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Ilmu dan dakwah tidak boleh dipisahkan karena keduanya ibarat dua sisi mata uang.”

Tambahan dari Pejabat Lainnya

Jika pada acara Silatnas WI pada tanggal 14 November 2021 yang lalu, hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Namun, sebelum beliau tampil, hadir mantan wakilnya sebagai 02, yaitu: Sandiaga Uno. Saat ini beliau sebagai Menparekraf mendukung upaya ekonomi yang dilakukan oleh WI.

“Menparekraf mendukung usaha Wahdah Islamiyah yang mewujudkan Islam yang wasathiyah dengan pendekatan ekonomi melalui WI Niaga.”

Sandiaga Uno yang dipanggil “Mas Menteri” oleh Ustadz Zaitun Rasmin mendukung pengembangan usaha seperti itu karena beliau pernah mengalami masa sulit juga. “Saya dulu pernah merasakan pahitnya dipecat dan tidak punya penghasilan. Namun dengan berwirausaha, saya bisa bangkit.”

Adapun Anies Baswedan mengaitkan pandemi dengan teknologi. “Kalau bukan karena pandemi, mengumpulkan orang melalui media online akan terjadi dalam lima tahun lagi. Namun, adanya pandemi justru bisa terjadi seperti ini.”

Acara Tambahan

GOM WI ini diadakan bervariasi dalam tiap sesinya. Menghadirkan nasyid dari berbagai kelompok, menyanyikan lagu Indonesia Raya cukup dengan suara penyanyinya, membawakan lagu nasional juga dengan keadaan sama, dan berhadiah pula. Baik hadiah itu untuk para peserta GOM, maupun para murid atau santri yang mengikuti perlombaan beberapa waktu yang lalu.

Alhamdulilah, tercatat ada empat juara dari Ponpes Al-Wahdah Bombana dan satu murid SD IT Al-Wahdah Bombana juga.

Adapun empat juara santri dan satu juara murid SD tersebut adalah:

  1. Lomba nasyid Islami juara 2 tingkat SMP/SMA.
  2. Muhammad Uqbah pada lomba ceramah mendapatkan juara 1.
  3. Alif Utama ikut menjadi juara 3 pada lomba ceramah pula.
  4. Astiar Andra Rezka pada lomba puisi mendapatkan juara 2.
  5. Muhammad Zakwan untuk kategori Hifzul Qur’an 1 juz berhasil menggenggam juara 2.

GOM WI ditutup dengan pembagian hadiah dari sponsor. Ada yang mendapatkan umroh, sepeda motor, HP Android, dan pulsa untuk 1.000 orang peserta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here